Pernahkah Anda bertanya-tanya, apakah sudah masuk waktu dzuhur saat melihat matahari tepat di atas kepala? Atau mungkin Anda sering mengecek waktu sholat dzuhur hari ini lewat aplikasi karena takut terlambat?
Di zaman modern, kita sangat terbantu dengan jadwal digital. Namun, memahami tanda-tanda alam untuk menentukan waktu shalat adalah kemampuan dasar yang sangat berharga. Bukan hanya sebagai cadangan saat baterai HP habis, tapi juga untuk memastikan keabsahan ibadah kita secara syariat.
Artikel ini akan mengupas tuntas tentang waktu shalat dhuhur, mulai dari kapan masuk waktu dzuhur, hingga waktu sholat dzuhur sampai jam berapa batas akhirnya, berdasarkan referensi kitab Asna al-Matalib dan Hasyiyah Ar-Ramli.
Kapan Sebenarnya Masuk Waktu Dzuhur?

Banyak orang bertanya, masuk waktu dzuhur jam berapa? Jawabannya tidak selalu sama setiap hari karena pergeseran matahari. Namun, patokannya dalam Fiqih selalu konsisten.
Dalam kitab Asna al-Matalib dijelaskan:
قوله: (وَأَوَّلُ وَقْتِ الظُّهْرِ زَوَالُ الظِّلِّ) يَعْنِي زِيَادَتَهُ بَعْدَ اسْتِوَاءِ الشَّمْسِ أَيْ انْتِهَائِهَا إلَى وَسَطِ السَّمَاءِ
“Dan awal waktu Zhuhur adalah tergelincirnya bayangan, yakni bertambahnya bayangan setelah matahari beristiwa (berada di titik kulminasi), artinya setelah matahari sampai di tengah-tengah langit.”
Jadi, tanda utama masuk waktu dzuhur adalah Zawal. Ini adalah momen ketika matahari “tergelincir” atau bergeser sedikit ke arah barat setelah berada di titik tertingginya (tengah langit).
Jika Anda menancapkan tongkat di tanah lapang, saat tengah hari bayangannya akan memendek atau bahkan hilang. Nah, begitu bayangan itu mulai muncul lagi atau memanjang ke arah timur, saat itulah kita bisa bilang telah masuk waktu dhuhur termasuk kewajiban untuk segera bersiap shalat.
Mitos Menunggu Bayangan Tali Sandal
Ada anggapan di sebagian masyarakat bahwa kita harus menunggu bayangan sedikit memanjang seukuran tali sandal (syirak) baru boleh shalat. Ternyata, Imam Ar-Ramli meluruskan hal ini dalam catatan pinggirnya (Hasyiyah):
وَهُوَ يَقْتَضِي جَوَازَ فِعْلِ الظُّهْرِ إذَا زَالَتْ الشَّمْسُ وَلَا يَنْتَظِرُ بِهَا وُجُوبًا وَلَا نَدْبًا مَصِيرَ الْفَيْءِ مِثْلَ الشِّرَاكِ
“Hal ini menuntut kebolehan mengerjakan Zhuhur seketika matahari tergelincir (zawal), dan tidak perlu menunggu—baik secara wajib maupun sunnah—hingga bayangan menjadi seukuran tali sandal.”
Artinya, begitu Anda yakin matahari sudah lewat tengah hari, waktu masuk sholat dzuhur sudah tiba. Anda tidak perlu menunda-nunda.
Waktu Sholat Dzuhur Sampai Jam Berapa?
Ini adalah pertanyaan paling umum: waktu sholat dzuhur sampai jam berapa? Apakah sampai jam 3 sore? Atau jam 4?
Daripada berpatokan pada jam yang bisa berubah tergantung lokasi, Fiqih memberikan rumus pasti menggunakan bayangan:
(إِلَى أَنْ يَصِيرَ ظِلُّ الشَّيْءِ مِثْلَهُ غَيْرَ ظِلِّ الِاسْتِوَاءِ)
“Hingga bayangan suatu benda menjadi sama panjang dengan bendanya, selain bayangan istiwa.”
Rumusnya sederhana: Akhir Dzuhur = Panjang Benda + Bayangan saat Tengah Hari (Zawal)
Misalnya, tinggi pagar rumah Anda 1 meter.
- Cek bayangan pagar saat tengah hari bolong. Di Indonesia, biasanya ada sedikit bayangan, misal 10 cm.
- Maka, waktu Dzuhur habis saat panjang bayangan pagar menjadi: 1 meter + 10 cm = 110 cm.
Jika bayangan sudah lebih dari itu, tandanya sudah masuk waktu Ashar. Jadi, jika Anda bertanya kapan masuk waktu dzuhur berakhir, lihatlah bayangan benda di sekitar Anda.
Waktu Sholat Dzuhur Hari Jumat
Khusus untuk hari Jumat, waktu sholat dzuhur hari jumat digantikan oleh pelaksanaan Shalat Jumat bagi laki-laki. Waktu mulainya sama persis dengan waktu Dzuhur biasa.
Ketika khatib naik mimbar dan muadzin mengumandangkan adzan, itu tandanya telah masuk waktu dhuhur termasuk shalat jum at sudah wajib dilaksanakan. Jangan sampai Anda masih sibuk bekerja atau berniaga saat tanda ini sudah muncul.
Hati-Hati dengan Perasaan “Sok Tahu”
Poin ini sangat penting namun sering diabaikan. Sah atau tidaknya shalat kita bergantung pada “Keyakinan”.
Imam Ar-Ramli memberikan peringatan tegas:
فَلَوْ شَرَعَ فِي التَّكْبِيرِ قَبْلَ ظُهُورِ الزَّوَالِ ثُمَّ ظَهَرَ أَيْ الزَّوَالُ عَقِبَ التَّكْبِيرِ فِي أَثْنَائِهِ لَمْ يَصِحَّ الظُّهْرُ
“Seandainya seseorang mulai bertakbir sebelum tampaknya zawal (masuk waktu), kemudian zawal itu tampak persis setelah takbir atau di tengah-tengah takbir, maka shalat Zhuhurnya tidak sah.”
Bayangkan Anda menebak-nebak, “Ah, kayaknya masuk waktu dzuhur hari ini sudah lewat nih,” lalu Anda shalat. Ternyata tebakan Anda benar. Tapi menurut Fiqih, shalat Anda tidak sah! Kenapa? Karena saat takbiratul ihram, Anda belum punya keyakinan 100%.
Jadi, pastikan Anda benar-benar tahu atau melihat tanda waktu sebelum memulai shalat. Jangan asal tebak.
Tabel Pembagian Waktu Dzuhur
Agar lebih mudah mengatur jadwal, para ulama membagi waktu Dzuhur menjadi beberapa fase. Berikut tabel perbandingannya menurut pendapat mayoritas dan Al-Qadhi Husain:
| Kategori Waktu | Penjelasan Singkat | Batas Bayangan (Estimasi) |
| Waktu Fadhilah (Utama) | Awal waktu, segera setelah adzan. | Bayangan benda kurang dari 1/4 tingginya. |
| Waktu Ikhtiyar (Pilihan) | Waktu longgar yang baik untuk shalat. | Bayangan antara 1/4 hingga 1/2 tinggi benda. |
| Waktu Jawaz (Boleh) | Waktu yang masih diperbolehkan tanpa dosa. | Bayangan lebih dari 1/2 hingga sama panjang dengan benda. |
| Waktu ‘Udzur | Khusus bagi yang menjamak shalat. | Dilakukan di waktu Ashar (Jamak Ta’khir). |
Tabel ini membantu kita memahami bahwa meskipun waktu shalat dhuhur cukup panjang, menundanya sampai akhir (Waktu Jawaz) bukanlah pilihan terbaik kecuali ada kesibukan mendesak.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait waktu masuk sholat dzuhur:
Bagaimana cara tahu masuk waktu dzuhur hari ini jika mendung?
Jika matahari tidak terlihat, Anda bisa menggunakan jam yang sudah dikalibrasi dengan jadwal shalat terpercaya. Jika di hutan tanpa jam, Anda bisa ijtihad menggunakan insting kebiasaan (misal: rasa lapar, atau selesainya wirid tertentu), tapi ini butuh keahlian khusus.
Apakah “telah masuk waktu dhuhur termasuk” waktu larangan shalat?
Tidak. Justru saat matahari pas di tengah (istiwa) adalah waktu dilarang shalat (kecuali hari Jumat atau di Mekkah). Tapi begitu tergelincir (zawal), larangan itu hilang dan waktu Dzuhur dimulai.
Saya shalat di akhir waktu, lalu di rakaat kedua masuk waktu Ashar. Sahkah shalat saya?
Tetap sah, hanya saja jika Anda mendapatkan minimal satu rakaat di dalam waktu Dzuhur, shalatnya dianggap ada’ , bukan qadha. Namun, jika sengaja mengakhirkan sampai waktu mepet tanpa alasan (uzur), hukumnya berdosa (Waktu Hurmah).
Kenapa di kitab Fiqih pembahasan waktu shalat dimulai dari Dzuhur, bukan Subuh?
Imam Ar-Ramli menjelaskan bahwa Dzuhur adalah shalat pertama yang diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW secara praktek, meskipun kewajiban shalat turun sejak malam Isra’ Mi’raj.
Memahami kapan masuk waktu dzuhur dengan melihat tanda alam memberikan ketenangan batin tersendiri. Kita tidak lagi was-was apakah aplikasi di HP error atau tidak. Semoga penjelasan dari kitab klasik ini membuat ibadah kita semakin mantap dan berkualitas. Jangan lupa untuk selalu mengecek posisi matahari atau jadwal terpercaya agar shalat kita tepat waktu!
Referensi
al-Anṣārī, Zakariyā. Asnā al-Maṭālib fī Sharḥ Rawḍ al-Ṭālib. Dengan ḥāsyiyah Aḥmad al-Ramlī. Disunting oleh Muḥammad az-Zuhrī al-Ghamrāwī. Kairo: al-Maṭbaʿah al-Maymānīyah, 1313 H. Dicetak ulang oleh Dār al-Kitāb al-Islāmī.




