Momen berbuka puasa bukan sekadar aktivitas fisik untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Dalam tradisi keilmuan Islam, waktu terbenamnya matahari merupakan maqām (kedudukan) spiritual yang sangat mustajab untuk memanjatkan permohonan kepada Allah ﷻ.
Setelah kita membahas besarnya anugerah bagi penyedia hidangan pada tulisan Pahala Memberi Buka Puasa: Pembebasan dari Neraka, kini saatnya kita mengkaji bacaan yang dianjurkan bagi individu yang sedang mengakhiri ibadah puasanya.
Bagi seorang mukmin, sangat penting untuk memiliki perbendaharaan doa berbuka puasa yang lengkap agar setiap detik berharga tersebut tidak berlalu dengan sia-sia. Kitab Kanzun Najah was Surur karya Syeikh Abdul Hamid Quds merekam kumpulan doa berbuka puasa sesuai sunnah, mulai dari bacaan istighfar menjelang kumandang magrib, hingga munajat khusus yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.
Keutamaan Berdoa Saat Berbuka Puasa
Sebelum merinci lafaz doa, Syeikh Abdul Hamid Quds mengingatkan kita akan besarnya nilai doa seorang hamba yang telah menahan hawa nafsunya seharian penuh dengan landasan ikhlāṣ. Pada halaman 60, beliau mengutip sebuah riwayat agung:
وروى ابن ماجه عن عبد الله بن عمر رضي الله تعالى عنهما قال: سمعت رسول الله صلى الله تعالى عليه وسلم يقول: «إن للصائم عند فطره لدعوةً ما تُرد»
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika berbuka, terdapat sebuah doa yang tidak akan tertolak.”
Berbekal keyakinan atas janji pengabulan doa inilah, para ulama salaf menyusun urutan dzikir dan doa puasa Ramadan agar hati seorang hamba senantiasa diliputi rasa iftiqār (sangat butuh) kepada Tuhannya.
Doa Menjelang Terbenam Matahari (Menjelang Magrib)

Sesaat sebelum azan magrib berkumandang, seorang hamba sangat dianjurkan untuk tidak sibuk dengan urusan duniawi semata. Teks Kanzun Najah was Surur menganjurkan pembacaan syahadat, permohonan surga, dan istighfar, yang masing-masing dibaca sebanyak tiga kali:
Teks Arab:
أشهدُ أن لا إله إلا الله، أستغفرُ الله، أسألك الجنة وأعوذُ بك من النار (ثلاثا) اللهم إنك عفوٌّ كريمٌ تُحبُّ العفوَ فاعفُ عنّا (ثلاثا)
Transliterasi:
Asyhadu an laa ilaaha illallaah, astaghfirullaah, as-alukal jannata wa a’uudzu bika minan naar (3x).
Allaahumma innaka ‘afuwwun kariimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annaa (3x).
Terjemahan:
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon surga kepada-Mu dan berlindung kepada-Mu dari neraka (3x). Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau menyukai kemaafan, maka maafkanlah kami (3x).”
Setelah melafalkan zikir ini, dianjurkan untuk menyambungnya dengan doa memohon kebutuhan penting lainnya, baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat (tsumma yad’uu bil muhimmi dunyaa wa ukhraa). Jika Anda diundang berbuka di tempat orang lain, jangan lupa juga untuk mengamalkan doa untuk tuan rumah saat buka puasa.
Doa Khusus Pengampunan Dosa Besar (Riwayat Anas bin Malik)
Al-Allamah As-Sayyid Al-Wana’i menukil sebuah riwayat luar biasa dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang bersumber langsung dari sabda Rasulullah ﷺ. Doa ini dibaca ketika seseorang berbuka puasa dan memiliki keutamaan untuk membersihkan dosa secara total layaknya bayi yang baru lahir, yang merupakan perwujudan sejati dari tawbah naṣūḥā.
Teks Arab:
ما من مسلم يصوم فيقول عند إفطاره: «يا عظيمُ يا عظيمُ أنت إلهي، لا إله غيرُك، اغفر الذّنب العظيم، فإنه لا يغفرُ الذنبَ العظيم إلا العظيمُ» إلا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه.
Transliterasi:
Yaa ‘Azhiimu yaa ‘Azhiim, anta ilaahii laa ilaaha ghairuk, ighfiridz dzanbal ‘azhiim, fa innahuu laa yaghfirudz dzanbal ‘azhiima illal ‘azhiim.
Terjemahan:
“Tidaklah seorang Muslim berpuasa lalu ia mengucapkan ketika berbukanya: ‘Wahai Dzat Yang Maha Agung, wahai Dzat Yang Maha Agung, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau, ampunilah dosa yang besar, karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa yang besar melainkan Dzat Yang Maha Agung,’ kecuali ia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ibunya melahirkannya.” (hlm. 60-61)
Melihat besarnya keutamaan doa ini, Rasulullah ﷺ memberikan wasiat khusus kepada umatnya:
قال رسول الله صلى الله تعالى عليه وسلم: علّموها عقِبكم فإنها كلمة يُحبها الله ورسوله، ويصلح بها أمر الدنيا والآخرة
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ajarkanlah kalimat ini kepada keturunan kalian, karena ia adalah kalimat yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, dan dengannya urusan dunia dan akhirat menjadi baik.'”
Doa Utama Berbuka Puasa Kompilasi Ulama Salaf

Setelah membatalkan puasa dengan kurma atau seteguk air, Syeikh Abdul Hamid Quds menyajikan rumusan doa berbuka puasa lengkap. Doa ini merupakan hasil kompilasi dari berbagai riwayat sahih dan amalan orang-orang saleh di masa lampau (haddza kulluhu waaridun jama’tu fiihir riwaayaat).
Teks Arab Lengkap:
اللهم لك صمتُ وعلى رزقِك أفطرتُ وبك آمنتُ وعليك توكّلتُ ورحمتَك رجوت وإليك أنبتُ. اللهم ذهب الظمأ وابتلت العُروقُ، وثبت الأجرُ إن شاء الله تعالى، يا واسعَ الفضل اغفر لي. الحمد لله الذي أعانني فصُمتُ، ورزقني فأفطرتُ. اللهم إني أسألك برحمتك التي وسعت كل شيء أن تغفر لي، سبحانك وبحمدك تقبل منا إنك أنت السميعُ العليمُ. اللهم إنك عفوٌّ كريمٌ تُحبّ العفوَ فاعفُ عنّا يا كريمُ.
Transliterasi:
Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa rahmataka rajautu wa ilaika anabtu. Allaahumma dzahabazh zhama-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa-allaahu ta’aalaa, yaa waasi’al fadhli ighfir lii. Alhamdulillaahil ladzii a’aananii fashumtu, wa razaqanii fa-afthartu. Allaahumma innii as-aluka birahmatikal latii wasi’at kulla syai-in an taghfira lii, subhaanaka wa bihamdika taqabbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim. Allaahumma innaka ‘afuwwun kariimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annaa yaa kariim.
Terjemahan:
“Ya Allah, hanya karena-Mu aku berpuasa, atas rezeki-Mu aku berbuka, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, rahmat-Mu aku harapkan, dan kepada-Mu aku kembali. Ya Allah, telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah di tetapkan pahala insya Allah Ta’ala. Wahai Dzat Yang Luas Karunia-Nya, ampunilah aku. Segala puji bagi Allah yang telah menolongku sehingga aku dapat berpuasa, dan memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuniku. Maha Suci Engkau dan dengan memuji-Mu, terimalah amal dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau menyukai kemaafan, maka maafkanlah kami wahai Dzat Yang Maha Mulia.”
Kumpulan doa berbuka puasa ini mengajarkan kita untuk tidak mengalami kelalaian (futur) persis di saat kita mencicipi nikmatnya makanan berbuka. Sebaliknya, rangkaian zikir ini mengikat lisan kita untuk terus menyandarkan segala nikmat dan keselamatan hanya kepada Allah semata.
Tabel Panduan Urutan Membaca Doa Berbuka
Untuk memudahkan pengamalan, berikut adalah urutan tata cara membaca doa berdasarkan keterangan para ulama di dalam teks:
| Waktu Pengamalan | Bacaan yang Dianjurkan | Tujuan Spiritual |
| Sesaat Sebelum Magrib | Syahadat, Istighfar, Mohon Surga (3x), ditambah doa hajat pribadi. | Membangun Iftiqār dan kesiapan hati menerima waktu mustajab. |
| Saat Azan Berkumandang | Doa riwayat Anas bin Malik (Yaa ‘Azhiimu yaa ‘Azhiim…) | Memohon peleburan dosa besar (Tawbah Naṣūḥā). |
| Setelah Membatalkan Puasa | Doa Kompilasi Salaf (Allaahumma laka shumtu… dzahabazh zhama-u…) | Mengucap syukur atas hilangnya dahaga dan memohon agar amalan puasa diterima (Maqbul). |
FAQ (Tanya Jawab Doa Berbuka Puasa)
Apakah benar doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak akan tertolak?
Benar. Terdapat hadits riwayat Ibnu Majah dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, di mana Rasulullah ﷺ secara tegas bersabda: “Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika berbuka, terdapat sebuah doa yang tidak akan tertolak” (hlm. 60).
Kapan sebaiknya kita membaca zikir permohonan surga dan ampunan?
Zikir berupa syahadat, memohon ampunan, meminta surga, dan berlindung dari neraka sangat dianjurkan untuk dibaca secara berulang (tiga kali) sesaat sebelum terbenamnya matahari (qabla al-ghurub). Setelah itu, dilanjutkan dengan memohon hajat untuk urusan dunia dan akhirat.
Apa janji Rasulullah bagi yang membaca doa “Yaa ‘Azhiimu yaa ‘Azhiim” riwayat Anas bin Malik?
Rasulullah ﷺ menjanjikan bahwa siapa saja yang membaca doa tersebut saat berbuka, maka ia akan keluar dari dosa-dosanya layaknya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. Beliau juga berwasiat agar doa ampunan ini diajarkan kepada keturunan kita.
Mengapa lafaz doa berbuka sangat panjang dalam kitab Kanzun Najah was Surur?
Lafaz panjang tersebut adalah hasil kompilasi (jama’tu fiihir riwaayaat) dari penulis kitab yang merangkum berbagai riwayat sahih menjadi satu kesatuan munajat yang utuh. Mulai dari deklarasi kepasrahan (Allahumma laka shumtu), ungkapan rasa syukur (dzahabazh zhama-u), hingga permohonan ampunan yang luas (yaa waasi’al fadhli ighfir lii).
Referensi
‘Abd al-Ḥamīd bin Muḥammad ‘Alī Quds bin ‘Abd al-Qādir al-Khaṭīb, Kanz al-Najāḥ wa al-Surūr fī al-Ad‘iyah allatī Tashraḥ al-Ṣudūr (Al-Maktabah al-Syāmilah al-Dzahabiyyah), hlm. 60.
