Pernahkah Anda pulang kerja larut malam, saking lelahnya, Anda ketiduran sebelum sempat sholat Isya? Lalu Anda terbangun jam 2 atau 3 pagi dengan perasaan bersalah. Pertanyaan besar pun muncul di kepala: “Apakah waktu sholat Isya saya sudah habis? Masih bolehkah sholat Isya jam segini?”
Masalah batas sholat isya memang sering menjadi diskusi. Ada yang bilang harus sebelum tengah malam, ada juga yang bilang boleh sampai Subuh. Agar tidak bingung, mari kita bedah langsung dari sumber utamanya. Kita akan merujuk pada kitab fiqih klasik Asna al-Mathalib karya Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari.
Artikel ini akan mengupas tuntas sebenarnya waktu habis isya jam berapa, pembagian waktunya, hingga bagaimana jadwal sholat dunia berlaku bagi mereka yang tinggal di kutub.
Redaksi Asli Kitab Tentang Waktu Isya

Sebelum masuk ke penjelasan detail, mari kita lihat teks asli yang menjadi landasan pembahasan ini dari kitab Asna al-Mathalib Juz 1 halaman 117:
قوله: (أول) وقت (العشاء ومن لا عشاء لهم) بأن يكون بنواح لا يغيب فيها شفقهم (يقدرون) قدر ما يغيب فيه الشفق (بأقرب البلاد) إليهم كعادم القوت المجزئ في الفطرة ببلده (والاختيار) أي وقته يمتد (إلى ثلث الليل) لخبر جبريل السابق (والجواز) أي وقته مع الكراهة كما صرح الروياني يمتد (إلى الفجر الصادق) لخبر جبريل مع خبر مسلم «ليس في النوم تفريط إنما التفريط على من لم يصل الصلاة حتى يجيء وقت الأخرى» ظاهره يقتضي امتداد وقت كل صلاة إلى دخول وقت الأخرى من الخمس
أي في غير الصبح لما سيجيء في وقتها وخرج بالصادق الكاذب وهو ما يطلع مستطيلا بأعلاه ضوء كذنب السرحان وهو الذنب ثم يذهب وتعقبه ظلمة ثم يطلع الفجر الصادق مستطيرا بالراء أي منتشرا وسمي الأول كاذبا لأنه يضيء ثم يسود ويذهب والثاني صادقا لأنه يصدق عن الصبح ويبينه وذكر في المجموع للعشاء أربعة أوقات الوقتان المذكوران ووقت فضيلة أول الوقت ووقت عذر وقت المغرب لمن يجمع1
Waktu Sholat Isya Sampai Jam Berapa Sebenarnya?
Berdasarkan teks di atas, waktu sholat isya sampai jam berapa itu tergantung pada jenis waktu yang kita maksud. Dalam mazhab Syafi’i, waktu Isya tidak hanya satu, melainkan terbagi menjadi beberapa fase. Ini penting dipahami agar kita tidak menggampangkan, tapi juga tidak putus asa jika terlambat.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ (seperti dikutip dalam teks di atas) membaginya menjadi empat kategori:
1. Waktu Fadilah (Keutamaan)
Ini adalah waktu terbaik. Waktunya adalah di awal waktu, segera setelah waktu isya masuk (setelah hilangnya mega merah). Jika Anda mendengar azan isya hari ini, maka menyegerakan sholat di waktu ini adalah yang paling utama.
2. Waktu Ikhtiyar (Pilihan)
Dalam teks disebutkan: (wal ikhtiyaru) ay waqtuhu yamtaddu (ila tsulutsil lail). Artinya, waktu pilihan membentang hingga sepertiga malam pertama. Jika malam dihitung dari jam 6 sore sampai jam 4.30 pagi (sekitar 10,5 jam), maka sepertiga malam berakhir sekitar jam 9.30 atau 10.00 malam. Di rentang inilah waktu yang ideal dan sangat dianjurkan untuk menyelesaikan Isya jika tidak sempat di awal waktu.
3. Waktu Jawaz (Boleh)
Lalu, bagaimana jika lewat dari sepertiga malam? Teks menjelaskan: (wal jawazu)… yamtaddu (ila al-fajri ash-shadiq). Artinya, waktu kebolehan—meski disertai hukum makruh menurut Ar-Ruyani jika tanpa alasan—membentang hingga terbitnya Fajar Shadiq.
Jadi, jawaban untuk pertanyaan batas waktu sholat isya secara sah adalah sampai adzan Subuh berkumandang (terbit fajar shadiq). Dalilnya adalah hadits Muslim yang berbunyi: “Tidak ada kelalaian dalam tidur, sesungguhnya kelalaian itu hanyalah pada orang yang tidak mengerjakan sholat hingga datang waktu sholat lainnya.”
4. Waktu ‘Udzur
Ini adalah waktu khusus bagi mereka yang menjamak sholat, yaitu mengerjakan Isya di waktu Maghrib (Jamak Taqdim) karena alasan perjalanan (musafir) atau hujan deras.
Mengenal Fajar Shadiq: Tanda Habisnya Waktu Isya

Banyak orang salah paham tentang tanda masuknya Subuh. Teks Asna al-Mathalib memberikan gambaran visual yang sangat indah dan detail mengenai perbedaan tanda alam ini.
Fajar Kadzib (Fajar Bohong)
Jangan tertipu dengan cahaya ini. Kitab tersebut mendeskripsikannya sebagai: “Cahaya yang muncul memanjang (vertikal) yang bagian atasnya terdapat cahaya seperti ekor serigala (dzanab as-sirhan)… kemudian cahaya itu hilang dan diikuti oleh kegelapan.”
Disebut “Kadzib” (pembohong) karena ia memberi harapan palsu seolah-olah pagi sudah datang, padahal setelah itu langit kembali gelap. Jika cahaya ini muncul, waktu isya hari ini masih berlaku dan Anda belum boleh sholat Subuh.
Fajar Shadiq (Fajar Jujur/Benar)
Inilah batas akhir yang sesungguhnya. Disebutkan sebagai cahaya yang “mustathir” (menyebar/melintang). “Sedangkan yang kedua dinamakan Shadiq karena ia ‘jujur’ memberitahukan tentang (datangnya) waktu Subuh.”
Cahaya ini membentang di ufuk timur secara horizontal dan semakin lama semakin terang. Begitu cahaya ini muncul, habis isya jam berapa pun terjawab: saat itulah Isya berakhir dan Subuh dimulai.
Kasus Unik: Jadwal Sholat Dunia di Wilayah Tanpa Malam

Bagaimana dengan Muslim yang tinggal di Eropa Utara atau wilayah kutub saat musim panas? Di sana, matahari kadang tidak benar-benar terbenam, sehingga tanda syafaq (mega merah) tidak pernah hilang.
Teks di atas memberikan solusi cerdas:
(Dan bagi orang yang tidak memiliki waktu Isya) dikarenakan mereka berada di wilayah-wilayah di mana syafaq tidak terbenam… maka (mereka mengira-ngirakan) kadarnya dengan negeri yang terdekat.
Jadi, untuk jadwal sholat dunia di area ekstrem, mereka tidak menunggu gelap (karena tidak akan gelap), melainkan melakukan taqdir (estimasi) mengikuti waktu kota terdekat yang masih memiliki malam normal. Ini menunjukkan betapa fleksibelnya syariat Islam.
Tabel Ringkasan Batas Waktu Sholat Isya
Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah ringkasan waktu pelaksanaan sholat Isya:
| Kategori Waktu | Rentang Waktu (Estimasi) | Status Hukum |
| Fadilah | Awal waktu (setelah Adzan) | Sangat Utama (Pahala Besar) |
| Ikhtiyar | Sampai sepertiga malam (± jam 21.30) | Utama/Dianjurkan |
| Jawaz | Sepertiga malam s/d Fajar Shadiq | Sah (Boleh), tapi makruh jika tanpa udzur |
| Haram | Setelah Fajar Shadiq (Subuh) | Qadha (Berdosa jika sengaja) |
FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan Seputar Waktu Isya
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait topik ini:
Apakah boleh sholat Isya jam 3 pagi?
Boleh dan sah. Selama Fajar Shadiq (waktu Subuh) belum terbit, Anda masih bisa sholat Isya. Ini masuk dalam waktu Jawaz. Namun, sebaiknya jangan dibiasakan menunda tanpa alasan yang jelas.
Bagaimana cara menentukan waktu Isya hari ini secara akurat?
Cara termudah adalah melihat jadwal sholat digital atau aplikasi terpercaya. Secara alami, waktu Isya masuk saat mega merah (syafaq ahmar) di langit barat telah hilang sempurna.
Apa maksud makruh menunda Isya sampai lewat tengah malam?
Makruh artinya perbuatan tersebut kurang disukai Allah meski tidak berdosa. Menunda sholat Isya sampai larut malam dikhawatirkan membuat kita ketiduran dan bablas hingga matahari terbit, sehingga kehilangan waktu Subuh juga.
Jika saya bangun kesiangan saat adzan Subuh, apa yang harus saya lakukan?
Segeralah berwudhu dan sholat Isya terlebih dahulu (sebagai qadha), baru kemudian sholat Subuh. Ingat, urutan sholat harus tetap dijaga (“Tertib”) kecuali waktu Subuh sudah sangat mepet.
Langkah Selanjutnya
Memahami batas waktu sholat isya bukan untuk membuat kita bermalas-malasan dan menunda sholat hingga detik terakhir. Justru, pemahaman ini memberi kita ketenangan saat kondisi darurat terjadi—seperti ketiduran atau perjalanan jauh.
Islam itu mudah dan memudahkan. Namun, adab kepada Allah tetap nomor satu. Jika Anda memiliki kesempatan, kejarlah waktu Fadilah di awal waktu. Tapi jika terlewat, jangan putus asa, pintu ampunan dan waktu Jawaz masih terbuka hingga fajar menyingsing.
Coba cek kembali waktu sholat isya sampai jam berapa di daerah Anda hari ini, dan pasang niat untuk sholat tepat waktu nanti malam. Anda juga bisa memantau aplikasi jam dunia di blog ini.
Referensi
- Zakariyā al-Anṣārī, Asnā al-Maṭālib fī Sharḥ Rawḍ al-Ṭālib, dengan ḥāsyiyah oleh Aḥmad al-Ramlī, disunting oleh Muḥammad az-Zuhrī al-Ghamrāwī (Kairo: al-Maṭbaʿah al-Maymānīyah, 1313 H; repr. Dār al-Kitāb al-Islāmī), juz 1, hlm. 117. ↩︎




