Adzan bukan sekadar panggilan penanda waktu, melainkan syiar Islam yang agung. Bagi seorang muadzin, mengetahui bacaan adzan yang benar serta aturan mainnya dalam fiqih sangatlah krusial. Masih banyak yang belum memahami detail kecil seperti cara pelafalan takbir, teks Arab yang tepat, atau perbedaan bacaan adzan subuh dengan waktu lainnya.
Baca juga: Pengertian Adzan dan Iqomah, Hukum, serta Sejarah Lengkapnya Menurut Kitab Kuning
Dalam artikel ini, kita akan membedah tuntas lafadz adzan dan bacaan iqomah merujuk pada kitab Asna al-Matalib Sharh Raudh at-Talib karya Syaikh Zakariyya al-Ansari. Kita akan membahas mulai dari syarat sah adzan, tulisan adzan dalam bahasa Arab, hingga bacaan adzan latin untuk memudahkan Anda yang sedang belajar.
Table of Contents
Syarat Sah Adzan dan Ketentuan Muadzin
Sebelum masuk ke lafadz adzan dan artinya, kita perlu paham dulu fondasinya. Berdasarkan penjelasan kitab Asna al-Matalib, ada beberapa poin penting agar adzan dianggap sah secara syariat. Dalam syarat sah adzan ada beberapa poin utama yang harus dipenuhi:
- Masuk Waktu Shalat: Tentu saja, syarat adzan adalah telah masuk waktu. Jika adzan dikumandangkan sebelum waktunya, maka tidak sah dan wajib diulang saat waktu tiba (kecuali Adzan Subuh pertama yang diperbolehkan sebelum fajar dalam beberapa pendapat).
- Tertib (Berurutan): Urutan adzan tidak boleh dibolak-balik. Jika seorang muadzin memulainya dari hayya alas shalah baru kemudian takbir, maka adzannya tidak sah dan dianggap tidak mencukupi kesunnahan azan.
- Muwalat (Bersambung): Antara kalimat adzan harus sambung-menyambung. Tidak boleh ada jeda panjang seperti diam lama, tertidur, atau pingsan di tengah adzan. Namun, jika hanya diam sebentar untuk mengambil napas, itu tidak membatalkan.
- Jahar (Keras) untuk Jamaah: Salah satu syarat adzan di masjid atau untuk shalat berjamaah adalah mengeraskan suara. Jika suara hanya terdengar oleh diri sendiri (sirr), maka sunnah kifayah adzan belum gugur.
Selain itu, syarat adzan juga mencakup status muadzin yang harus Muslim dan tamyiz (bisa membedakan baik dan buruk).
Lafadz Adzan: Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan
Mari kita masuk ke inti pembahasan yaitu bacaan adzan. Secara umum, kalimat bacaan adzan dimulai dengan kalimat takbir. Berikut adalah tulisan adzan yang benar lengkap dengan teks Arab, lafadz adzan latin, dan terjemahannya.
1. Urutan Adzan Standar (Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya)
Ini berlaku sebagai bacaan adzan dzuhur, bacaan adzan ashar, bacaan adzan maghrib, dan Isya. Disunnahkan membacanya dengan Tartil (perlahan).
1. Takbir (4x)
Dibaca dua kali-dua kali (digabung).
اللّهُ أَكْبَرُ، اللّهُ أَكْبَرُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
(Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)
(Diulang 2 kali)
2. Syahadat Tauhid (2x)
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّهُ
Asyhadu allaa ilaaha illallaah
(Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah)
3. Syahadat Rasul (2x)
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّهِ
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
(Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah)
4. Hayya ‘alash Shalaah (2x)
Saat mengucapkan ini, muadzin menoleh ke kanan.
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Hayya ‘alash shalaah
(Marilah mendirikan shalat)
5. Hayya ‘alal Falaah (2x)
Saat mengucapkan ini, muadzin menoleh ke kiri.
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Hayya ‘alal falaah
(Marilah menuju kemenangan)
6. Takbir Akhir (2x)
اللّهُ أَكْبَرُ، اللّهُ أَكْبَرُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
(Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)
7. Tahlil (1x)
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّهُ
Laa ilaaha illallaah
(Tiada Tuhan selain Allah)
Penting dicatat, dalam kitab Asna al-Matalib dijelaskan bahwa disunnahkan menggabungkan dua takbir dalam satu napas (Allahu Akbar-Allahu Akbar). Huruf ‘Ra’ pada kata Akbar pertama sebaiknya dibaca sukun (mati) karena niat waqaf, meskipun disambung suaranya.
2. Lafadz Adzan Subuh Arab dan Kekhususannya
Ada perbedaan khusus pada adzan sholat subuh. Setelah kalimat Hayya ‘alal falaah dan sebelum Takbir akhir, muadzin disunnahkan menambahkan kalimat Tatswib1. Berikut lafadz adzan subuh arab dan latinnya:
الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ
Ash-shalaatu khairum minan naum
(Shalat itu lebih baik daripada tidur)
(Dibaca 2 kali)
Penambahan ini hanya berlaku pada urutan adzan subuh. Menurut kitab Asna al-Matalib, hal ini dilakukan karena waktu subuh adalah waktu di mana orang sering malas karena tidur, sehingga perlu diingatkan. Jika Anda mencari teks adzan subuh atau adzan subuh latin, pastikan kalimat ini ada di dalamnya sebagai pembeda utama.
Bacaan Iqomah yang Benar (Arab & Latin)
Berbeda dengan adzan yang kalimatnya diulang-ulang (total 19 kalimat dengan Tarji’), lafadz iqomah lebih ringkas (total 11 kalimat). Seringkali orang menyebutnya dengan istilah komat adzan latin atau iqomah saja.
Berikut bacaan iqomah latin, Arab, dan urutannya:
1. Takbir (2x)
اللّهُ أَكْبَرُ، اللّهُ أَكْبَرُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
2. Syahadat Tauhid (1x)
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّهُ
Asyhadu allaa ilaaha illallaah
3. Syahadat Rasul (1x)
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّهِ
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
4. Hayya ‘alash Shalaah (1x)
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Hayya ‘alash shalaah
5. Hayya ‘alal Falaah (1x)
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Hayya ‘alal falaah
6. Qad Qaamah (2x)
Ini adalah kalimat inti iqomah yang menandakan shalat segera dimulai.
قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ ، قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ
Qad qaamatish shalaah, Qad qaamatish shalaah
(Shalat segera dilaksanakan, Shalat segera dilakukan)
7. Takbir Akhir (2x)
اللّهُ أَكْبَرُ، اللّهُ أَكْبَرُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
8. Tahlil (1x)
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّهُ
Laa ilaaha illallaah
Dalam bacaan iqomah adzan, disunnahkan membacanya dengan hadr atau idraj (cepat/disambung), berbeda dengan bacaan adzan yang disunnahkan tartil (perlahan/jeda).
Detail Teknis dari Kitab Asna al-Matalib
Agar pemahaman kita tentang lafadz adzan dan iqomah semakin kuat, mari kita lihat beberapa detail teknis fiqihnya:
Tarji’ dalam Adzan
Salah satu sunnah yang sering terlupakan adalah Tarji’. Ini adalah bagian dari bacaan adzan yang benar menurut mazhab Syafi’i. Caranya, muadzin mengucapkan dua kalimat syahadat dengan suara pelan (sirr) terlebih dahulu, baru kemudian mengulanginya dengan suara keras (jahar). Ini membuat lafadz adzan indonesia yang kita dengar di masjid-masjid NU atau Syafi’iyah terasa lebih panjang.
Posisi Tubuh Muadzin
Saat mengumandangkan azan, disunnahkan berdiri menghadap kiblat. Poin pentingnya:
- Saat membaca Hayya ‘alash shalaah, wajah menoleh ke kanan.
- Saat membaca Hayya ‘alal falaah, wajah menoleh ke kiri.
- Dada tetap menghadap kiblat, hanya leher/wajah yang berputar.
Hal ini berlaku untuk semua waktu, baik itu bacaan adzan maghrib, isya, maupun subuh.
Menjawab Adzan
Bagi yang mendengar, disunnahkan menirukan apa yang diucapkan muadzin. Ini adalah bagian dari bacaan adzan dan jawabannya. Kecuali pada kalimat hayya’alatain (dua kalimat yang diawali Hayya ‘ala), kita menjawab dengan:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّهِ
Naskah Referensi Asli (Kitab Asna al-Matalib)
Sebagai bukti validitas dan rujukan tulisan adzan di atas, berikut adalah kutipan asli dari kitab Asna al-Matalib Sharh Raudh at-Talib Juz 1, halaman 126-128 yang membahas syarat adzan dan iqomah:
فصل في صفة الأذان والإقامة. (وكلماته) مع كلماتها (مشهورة) وعدة كلماته بالترجيع تسع عشرة كلمة وعدة كلماتها إحدى عشرة … (ويستحب ترتيل الأذان) أي التأني فيه (وإدراج الإقامة) أي الإسراع بها … (و) يستحب (التثويب) بالمثلثة ويقال التثويب (في أذاني الصبح) وهو أن يقول بعد الحيعلتين الصلاة خير من النوم مرتين … (و) يستحب (القيام) في الأذان والإقامة … (ويجب الترتيب) في كل منهما للاتباع … (و) تجب (الموالاة) بين كلماته لأن تركها يخل بالإعلام2.
Teks di atas menegaskan bahwa iqomah latin maupun Arab memang lebih ringkas (11 kalimat) dibanding adzan (19 kalimat dengan Tarji’). Juga disebutkan kewajiban tertib dan muwalat sebagai syarat sah adzan.
Kesimpulan
Memahami bacaan adzan dan iqomah dengan benar adalah langkah awal menyempurnakan ibadah shalat berjamaah. Mulai dari teks adzan latin hingga pemahaman maknanya dalam terjemahan adzan, semuanya memiliki aturan yang indah.
Pastikan Anda memperhatikan lafadz adzan subuh dan artinya karena adanya tambahan kalimat Tatswib. Jangan lupa juga, bacaan adzan latin hanyalah alat bantu; tujuan utamanya adalah melafalkan tulisan adzan yang benar sesuai kaidah bahasa Arab dan fiqih.
Semoga penjelasan mengenai lafadz adzan latin, bacaan iqomah yang benar, teks Arab, dan syarat-syaratnya ini bermanfaat bagi Anda yang ingin menjadi muadzin atau sekadar memperbaiki cara menjawab adzan. Selamat mengamalkan!
Catatan Kaki & Referensi
- Bacaan tatswib adalah bacaan Ash-shalaatu khairum minan naum. ↩︎
- Zakariyā al-Anṣārī, Asnā al-Maṭālib fī Sharḥ Rawḍ al-Ṭālib, dengan ḥāsyiyah oleh Aḥmad al-Ramlī, disunting oleh Muḥammad az-Zuhrī al-Ghamrāwī (Kairo: al-Maṭbaʿah al-Maymānīyah, 1313 H; repr. Dār al-Kitāb al-Islāmī), juz [nomor], hlm. [halaman]. ↩︎

