Sujud bukan sekadar gerakan menempelkan dahi ke lantai. Dalam sholat, ini adalah momen paling sakral di mana seorang hamba berada sangat dekat dengan Tuhannya. Namun, seringkali kita bertanya-tanya, apakah sujud yang benar sudah kita lakukan? Apakah bacaan ketika sujud yang kita lafalkan sudah tepat?
Memahami tata cara sujud sangatlah penting karena sujud merupakan salah satu rukun sholat. Jika rukun ini salah, sholat bisa dianggap tidak sah. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas panduan sujud berdasarkan kitab fiqh Asna al-Matalib, mulai dari posisi sujud yang benar, doa sujud dan artinya, hingga aturan khusus untuk perempuan.
Apa Itu Sujud dan Rukunnya?
Menurut kitab Asna al-Matalib, sujud disertai Tuma’ninah adalah rukun kesembilan dan kesepuluh dalam sholat. Kita wajib melakukannya dua kali pada setiap rakaat. Poin yang tak kalah penting adalah tumaninah. Artinya, saat sujud, tubuh harus diam dan tenang sejenak, minimal seukuran membaca tasbih, sebelum bangkit kembali.
Berikut redaksi aslinya:
الرُّكْنُ (التَّاسِعُ، وَالْعَاشِرُ السُّجُودُ) مَرَّتَيْنِ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ (وَطُمَأْنِينَتُهُ) … (وَأَقَلُّهُ وَضْعُ شَيْءٍ مَكْشُوفٍ مِنْ الْجَبْهَةِ)
Artinya, gerakan naik-turun yang terlalu cepat seperti ayam mematuk makanan tidaklah sah. Tubuh harus benar-benar berhenti bergerak saat posisi sujud tercapai.
Posisi Sujud yang Benar: 7 Anggota Badan

Agar cara sujud yang benar terpenuhi, ada tujuh anggota badan yang wajib menempel di lantai. Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita untuk bersujud di atas tujuh tulang.
- Dahi: Wajib menempel langsung ke tempat sujud tanpa penghalang (seperti rambut atau peci yang melorot).
- Dua Telapak Tangan: Bagian dalam telapak tangan.
- Dua Lutut.
- Dua Ujung Kaki: Bagian dalam jari-jari kaki harus ditekuk.
Redaksi kitab menyebutkan:
قوله: (وَأَقَلُّهُ وَضْعُ شَيْءٍ مَكْشُوفٍ مِنْ الْجَبْهَةِ) لِخَبَرِ «إذَا سَجَدْت فَمَكِّنْ جَبْهَتَك وَلَا تَنْقُرُ نَقْرًا» رَوَاهُ ابْنُ حِبَّانَ وَصَحَّحَهُ
وَيَجِبُ… (وَضْعُ جُزْءٍ مِنْ الرُّكْبَتَيْنِ وَمِنْ بَاطِنِ الْكَفَّيْنِ) … (وَ) مِنْ بَاطِنِ (أَصَابِعِ الْقَدَمَيْنِ)
Syarat Penting: Tekanan dan Posisi Pinggul
Ada dua teknis yang sering luput dari perhatian:
- Menekan (Tahammul): Saat dahi menyentuh lantai, harus ada sedikit tekanan dari berat kepala. Jika Anda sujud di atas kapas, kapas itu harus terlihat memadat.
- Posisi Pinggul Lebih Tinggi (Tankis): Posisi sujud yang benar mensyaratkan pinggul (pantat) harus lebih tinggi posisinya daripada kepala dan bahu. Jika Anda shalat di tanjakan curam di mana kepala lebih tinggi dari pantat saat sujud, maka itu tidak sah.
قوله: (وَتَنْكِيسٍ بِارْتِفَاعِ أَسَافِلِهِ) أَيْ عَجِيزَتِهِ وَمَا حَوْلَهَا (عَلَى أَعَالِيهِ حَتَّى يَطْمَئِنَّ)
Bacaan Sujud dan Artinya
Setelah posisi tubuh sempurna, apa yang harus dibaca? Ada beberapa variasi bacaan sujud sholat yang diajarkan Nabi. Anda bisa memilih bacaan sujud yang paling umum atau menambahkan doa lainnya.
1. Bacaan Tasbih (Umum)
Ini adalah bacaan sujud sholat 5 waktu yang paling standar:
Bacaan Sujud Arab:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Bacaan Sujud Latin:
Subhana rabbiyal a’la wa bihamdihi
Arti Bacaan Sujud:
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.”
Biasanya dibaca tiga kali. Ini adalah bacaan saat sujud yang paling minimal untuk mendapatkan kesunahan.
2. Doa Sujud Tambahan
Untuk memperpanjang sujud, terutama saat sholat sendiri (munfarid), Anda bisa menambahkan doa sujud sholat berikut:
Arab:
اللَّهُمَّ لَك سَجَدْتُ وَبِك آمَنْت وَلَك أَسْلَمْت سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Latin:
Allahumma laka sajadtu, wa bika amantu, wa laka aslamtu, sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu, wa syaqqa sam’ahu wa basharahu, tabarakallahu ahsanul khaliqin.
Artinya:
“Ya Allah, kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membelah pendengaran serta penglihatannya. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta.”
3. Doa Sujud Terakhir
Banyak ulama menganjurkan memperbanyak doa saat sujud, karena ini posisi terdekat hamba dengan Allah. Doa sujud terakhir sering dimanfaatkan untuk meminta hajat khusus.
Rasulullah bersabda: “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya.” (HR. Muslim).
Anda bisa membaca doa sapu jagat atau doa lain dalam hati (jika bahasa Indonesia) atau dilafalkan pelan (jika bahasa Arab ma’tsur) sebagai doa ketika sujud.
Cara Sujud yang Betul untuk Laki-laki dan Perempuan

Apakah ada perbedaan cara sujud bagi perempuan dan laki-laki? Secara rukun (sah/tidaknya) sama saja. Namun, secara sunah (kesempurnaan dan etika), ada perbedaan posisi tubuh.
Cara Sujud Laki-laki
Laki-laki disunahkan untuk “membuka” diri:
- Merenggangkan siku dari lambung (ketiak terbuka).
- Menjauhkan perut dari paha.
- Mengangkat lengan dari lantai (jangan menempelkan siku ke lantai seperti anjing duduk).
Cara Sujud Perempuan yang Betul
Untuk perempuan, sunahnya adalah “menutup” diri agar lebih sopan dan menjaga aurat:
- Merapatkan siku ke lambung/perut.
- Menempelkan perut ke paha (posisi lebih membungkuk dan rapat).
Redaksi kitab menyebutkan:
…. قوله: (وَ) أَنْ (يُجَافِيَ الرَّجُلُ بَطْنَهُ وَمِرْفَقَيْهِ عَنْ فَخِذَيْهِ وَجَنْبَيْهِ وَتَضُمُّ الْمَرْأَةُ، وَالْخُنْثَى) بَعْضَهُمَا إلَى بَعْضٍ
Ini adalah sujud yang benar untuk perempuan agar postur tubuhnya lebih tertutup dan terjaga.
Kesalahan Umum: Sujud di Atas Benda Bergerak
Salah satu rukun sujud yang sering dilanggar tanpa sadar adalah sujud di atas benda yang ikut bergerak bersama tubuh kita.
Contoh: Anda memakai mukena yang sangat lebar atau sorban yang dikalungkan di leher. Saat sujud, dahi Anda menempel di atas kain mukena atau sorban tersebut. Jika kain itu bergerak saat Anda berdiri/duduk, maka sujudnya tidak sah.
(وَلَا يَجُوزُ السُّجُودُ عَلَى مُتَحَرِّكٍ مِنْ مَلْبُوسِهِ)
Solusinya: Pastikan dahi menempel langsung ke sajadah/lantai, atau jika memakai alas, pastikan alas itu terpisah dari pakaian yang Anda kenakan.
Ringkasan: Checklist Sujud yang Sempurna
Agar lebih mudah memahami cara sujud yang betul, simak tabel berikut:
| Bagian | Aturan Laki-laki | Aturan Perempuan | Syarat Wajib |
| Dahi | Terbuka, menempel lantai | Terbuka, menempel lantai | Wajib, ada tekanan |
| Siku | Direnggangkan dari lambung | Dirapatkan ke lambung | Sunah |
| Perut | Dijauhkan dari paha | Ditempelkan ke paha | Sunah |
| Jari Kaki | Ditekuk ke kiblat | Ditekuk ke kiblat | Wajib |
| Lutut | Menempel lantai | Menempel lantai | Wajib |
FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan tentang Sujud
Apa bacaan sujud dalam sholat jika tidak hafal doa panjang?
Cukup membaca Subhana rabbiyal a’la saja sudah sah. Bahkan jika hanya diam (tumaninah) tanpa bacaan pun sholatnya tetap sah, karena bacaan hukumnya sunah, namun sangat dianjurkan agar tidak rugi pahala.
Bagaimana doa ruku dan sujud, apakah sama?
Berbeda. Ruku membaca Subhana rabbiyal ‘adzimi, sedangkan sujud membaca Subhana rabbiyal a’la. Namun keduanya memiliki format tasbih yang memuji Allah.
Bolehkah berdoa dengan bahasa Indonesia saat sujud terakhir?
Sebaiknya diucapkan dalam hati saja jika menggunakan bahasa selain Arab saat sholat, agar tidak membatalkan sholat. Jika doa tersebut bersumber dari Al-Qur’an atau Hadis (bahasa Arab), boleh dilafalkan lirih.
Mana yang turun duluan, lutut atau tangan?
Dalam madzhab Syafi’i (seperti dalam kitab referensi ini), disunahkan lutut turun terlebih dahulu, baru kemudian tangan. Saat bangkit dari sujud, tangan dulu yang naik, baru lutut.
Dengan memahami bacaan sholat ketika sujud dan tata caranya di atas, semoga kualitas sholat kita semakin baik. Ingat, bacaan sujud dan artinya mengajarkan kita untuk merendah di hadapan Yang Maha Tinggi. Jangan terburu-buru, nikmati setiap detik kedekatan dengan Sang Pencipta dalam sujud Anda.
Penutup
Memperbaiki tata cara sujud adalah langkah awal untuk meningkatkan kualitas shalat kita. Dengan mengikuti panduan dari kitab Asna al-Matalib ini, kita bisa lebih yakin bahwa ibadah yang kita lakukan sudah sesuai dengan jalur ilmu fiqh yang benar.
Jangan lupa untuk selalu memperhatikan posisi dahi dan tumaninah Anda. Semoga Allah menerima setiap sujud dan doa kita dalam shalat.
Ingin tahu lebih banyak tentang fiqh shalat lainnya? Anda bisa membaca artikel kami tentang tata cara wudhu yang sempurna atau rukun-rukun shalat lainnya. Semoga bermanfaat!
Referensi
al-Anṣārī, Zakariyā. Asnā al-Maṭālib fī Sharḥ Rawḍ al-Ṭālib. Dengan ḥāsyiyah Aḥmad al-Ramlī. Disunting oleh Muḥammad az-Zuhrī al-Ghamrāwī. Kairo: al-Maṭbaʿah al-Maymānīyah, 1313 H. Dicetak ulang oleh Dār al-Kitāb al-Islāmī.




