Banyak dari kita yang menghafal rukun iman sejak kecil. Kita tahu bahwa iman kepada hari akhir termasuk rukun iman yang ke lima. Namun, seberapa dalam kita memahami apa yang dimaksud dengan iman kepada hari akhir? Apakah ia hanya sekadar keyakinan bahwa dunia akan hancur lebur suatu saat nanti?
Ternyata, makna hari akhir jauh lebih dekat dari yang kita bayangkan.
Dalam sebuah referensi kitab syarah hadits Arbain, yaitu Al-Fath Al-Mubin halaman 161 karya Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, terdapat penjelasan yang sangat rinci dan mungkin sedikit berbeda dari pemahaman umum kebanyakan orang. Mari kita bahas secara tuntas mengenai pengertian hari akhir, tahapan-tahapannya, hingga fungsi iman kepada hari akhir bagi kehidupan kita sehari-hari.
Jelaskan Pengertian Beriman Kepada Hari Akhir
Secara sederhana, pengertian iman kepada hari akhir adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa kehidupan dunia ini fana dan akan ada kehidupan abadi setelahnya. Namun, apa yang dimaksud hari akhir menurut ulama?
Dalam kitab Al-Fath Al-Mubin, dijelaskan bahwa hari akhir adalah fase yang bermula sejak kematian seseorang hingga akhir dari segala peristiwa yang terjadi di hari Kiamat.
Jadi, jika ada pertanyaan jelaskan pengertian hari akhir, jawabannya tidak melulu soal tiupan sangkakala. Begitu nyawa berpisah dari badan, bagi individu tersebut, hari akhir sudah dimulai. Inilah yang membuat makna iman kepada hari akhir menjadi sangat personal dan mendesak. Kita tidak menunggu kiamat besar untuk merasakan fase ini; kematian kitalah gerbang pertamanya.
Mengapa Disebut “Hari Akhir”?
Pernahkah Anda bertanya, hari kiamat disebut juga hari akhir karena alasan apa? Padahal setelah itu masih ada kehidupan surga dan neraka yang abadi.
Penjelasannya cukup logis. Kata “Hari” (Yawm) biasanya digunakan untuk waktu siang yang diikuti oleh malam. Ada terang, lalu ada gelap. Namun, kiamat disifati dengan kata “Akhir” karena tidak ada malam setelahnya.
Ketika periode itu tiba, matahari dan bulan tidak lagi menjadi patokan waktu. Yang ada hanyalah keabadian cahaya di surga atau kegelapan di neraka. Karena tidak ada hari baru yang menggantikannya (tidak ada “besok”), maka ia disebut Hari Akhir.
Tahap Hari Akhir: Perjalanan Panjang Manusia

Untuk memahami bagaimana cara beriman kepada hari akhir, kita perlu tahu peta perjalanannya. Beriman kepada hari akhir berarti mempercayai seluruh rangkaian peristiwanya.
Berikut adalah tahap hari akhir dan apa yang akan terjadi pada manusia setelah hari akhir (setelah kematian) dimulai, sebagaimana dijelaskan dalam kitab tersebut:
- Alam Barzakh (Kubur): Ini adalah stasiun pertama. Di sini terjadi fitnah kubur (pertanyaan malaikat) serta adanya nikmat atau siksa kubur.
- Yaumul Ba’ats (Kebangkitan): Saat malaikat yang bertugas meniup sangkakala pada hari akhir adalah Malaikat Israfil meniup sangkakala kedua, semua makhluk bangkit dari kubur.
- Yaumul Hasyr (Pengumpulan): Manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar.
- Yaumul Hisab (Perhitungan): Semua amal dihitung tanpa terlewat sedikitpun.
- Yaumul Mizan (Penimbangan): Amal baik dan buruk ditimbang.
- As-Shirath (Jembatan): Titian yang membentang di atas neraka menuju surga.
- Surga dan Neraka: Tempat kembali yang abadi.
Siklus Hidup dan Mati Manusia
Salah satu poin menarik dari Al-Fath Al-Mubin adalah penjelasan tentang siklus “hidup dan mati” yang kita alami. Iman kepada hari akhir adalah meyakini bahwa kita akan dibangkitkan kembali.
Berikut tabel siklus kehidupan manusia untuk memudahkan pemahaman Anda tentang “Kebangkitan Terakhir”:
| Fase | Status | Penjelasan |
| Awal | Ketiadaan (Mati Pertama) | Kondisi sebelum ruh ditiupkan ke janin. |
| Dunia | Hidup Pertama | Kehidupan kita saat ini di dunia. |
| Ajal | Mati Kedua | Kematian fisik, perpindah ke alam Barzakh. |
| Kubur | Hidup Sementara | Dihidupkan sesaat untuk menjawab pertanyaan Malaikat Munkar & Nakir. |
| Barzakh | Mati Ketiga | Ruh diistirahatkan kembali menunggu kiamat (menurut sebagian riwayat). |
| Akhirat | Hidup Terakhir | Kebangkitan untuk selamanya (Al-Ba’ts Al-Akhir). |
Redaksi Asli dari Referensi
Agar dalil iman kepada hari akhir dan penjelasan ini lebih valid, berikut kami sertakan teks asli dari kitab Al-Fath Al-Mubin beserta terjemahannya:
قوله: (واليوم الآخر) وهو من الموت إلى آخر ما يقع يوم القيامة، وصف بذلك؛ لأنه لا ليلَ بعده، ولا يقال: يومٌ إلا لما يعقبه ليلٌ؛ أي: بوجوده… وفي رواية: “والبعث الآخر” (٣)، ووصفُه بالآخر إما تأكيدٌ كأمس الدابر، أو احترازٌ عن غير الآخر؛ لأنه إحياءٌ بعد إماتةٍ…
Artinya:
(Dan kepada Hari Akhir) yaitu masa yang bermula dari kematian hingga akhir peristiwa yang terjadi pada Hari Kiamat. Ia disifati dengan demikian karena tidak ada malam setelahnya… Dalam sebuah riwayat: “Dan Kebangkitan yang Akhir”. Penyifatan dengan kata “Akhir” ini bisa jadi bermakna penegas atau pengecualian dari kebangkitan yang bukan terakhir. Karena kebangkitan adalah menghidupkan setelah mematikan…
Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir

Setelah memahami definisinya, lalu mengapa kita harus beriman kepada hari akhir? Apa untungnya bagi kehidupan kita sekarang?
Hikmah beriman kepada hari akhir adalah sebagai pengendali diri. Tanpa keyakinan ini, manusia akan hidup semaunya tanpa takut konsekuensi. Berikut rinciannya:
1. Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab
Kesadaran bahwa ada pengadilan di akhirat membuat kita berhati-hati. Beriman kepada hari akhir telah menimbulkan rasa tanggung jawab terhadap segala perbuatan, baik ucapan, tindakan, maupun keputusan yang kita ambil. Kita sadar tidak ada CCTV yang lebih canggih daripada pengawasan Allah.
2. Motivasi Beramal Saleh
Dampak positif dari meyakini adanya hari akhir adalah semangat untuk menabung kebaikan. Orang yang yakin besok akan panen raya, pasti hari ini akan bekerja keras menanam benih. Begitu juga orang beriman, ia akan rajin ibadah karena yakin balasannya nyata.
3. Penghibur Hati Saat Tertimpa Musibah
Salah satu fungsi iman kepada hari akhir adalah sebagai pelipur lara. Dunia ini tidak adil. Banyak orang jahat hidup mewah, dan orang baik justru menderita. Dengan adanya hari akhir, kita yakin keadilan sejati akan ditegakkan. Kesabaran kita di dunia akan dibayar lunas di sana.
Nama-Nama Hari Akhir yang Perlu Diketahui
Selain sebutan “Hari Akhir”, Al-Qur’an menggunakan banyak nama lain hari akhir untuk menggambarkan dahsyatnya peristiwa tersebut. Beberapa nama nama hari akhir yang populer antara lain:
- Yaumul Qiyamah: Hari Kiamat (Hari bangkitnya manusia).
- Yaumul Ba’ats: Hari Kebangkitan.
- Yaumul Mahsyar: Hari Pengumpulan.
- Yaumul Hisab: Hari Perhitungan.
- Yaumul Jaza’: Hari Pembalasan.
- Yaumul Haq: Hari yang Pasti (Kebenaran).
- Al-Qari’ah: Hari yang Menggetarkan.
Kesimpulan: Pentingnya Iman Kepada Hari Akhir
Jadi, iman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang ke lima yang sangat krusial. Ia bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan realitas masa depan yang pasti akan kita hadapi.
Beriman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang ke sekian kalinya diingatkan oleh para ulama agar kita tidak terlena. Dalil tentang hari akhir bertebaran di Al-Qur’an untuk mengingatkan kita agar bersiap. Ingatlah definisi dari Syekh Ibnu Hajar tadi: Kiamatmu dimulai saat kematianmu.
Sudah siapkah bekal kita untuk menghadapi “Hari Akhir” versi kita sendiri?
FAQ: Pertanyaan Seputar Iman Kepada Hari Akhir
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait topik ini:
1. Iman kepada hari akhir adalah rukun iman yang ke berapa?
Iman kepada hari akhir adalah rukun iman yang ke-5 (kelima). Urutannya setelah iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, dan Rasul.
2. Siapa malaikat yang bertugas meniup sangkakala pada hari akhir adalah?
Malaikat yang bertugas meniup sangkakala adalah Malaikat Israfil. Tiupan pertama akan mematikan seluruh makhluk, dan tiupan kedua akan membangkitkan kembali (Ba’ats).
3. Bagaimana cara beriman kepada hari akhir dalam kehidupan sehari-hari?
Caranya adalah dengan selalu mengingat kematian, memperbanyak amal saleh, menjauhi maksiat karena takut akan hisab, dan meyakini adanya balasan surga dan neraka.
4. Apa yang dimaksud iman kepada hari akhir mencakup alam kubur?
Ya, karena hari akhir dimulai sejak kematian, maka mempercayai adanya siksa dan nikmat kubur adalah satu paket dengan iman kepada hari akhir.
5. Jelaskan pengertian beriman kepada hari akhir secara istilah!
Secara istilah, beriman kepada hari akhir adalah membenarkan dengan pasti akan terjadinya kiamat, kebangkitan manusia dari kubur, perhitungan amal, dan pembalasan surga atau neraka.
Referensi
Ibn Ḥajar al-Haytamī, Aḥmad ibn Muḥammad. al-Fatḥ al-Mubīn bi-Sharḥ al-Arbaʿīn. Edited by Aḥmad Jāsim Muḥammad al-Muḥammad, Quṣayy Muḥammad Nūrūs al-Ḥallāq, and Abū Ḥamzah Anwar ibn Abī Bakr al-Shaykhī al-Dāghistānī. 1st ed. Jeddah: Dār al-Minhāj, 2008.




