Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang diciptakan Allah SWT dan menjadi bapak seluruh umat manusia. Sebagai nabi, beliau memiliki kedekatan khusus dengan Allah, termasuk melalui doa-doa yang dipanjatkannya. Salah satu doa yang terkenal adalah doa Nabi Adam memohon ampunan, yang diabadikan dalam Al-Qur’an, serta doa lain yang diriwayatkan dalam kitab I‘ānat al-Ṭālibīn berbunyi “Allahumma innaka ta‘lamu sirri wa ‘alāniyati”.
Doa-doa ini tidak hanya mencerminkan kerendahan hati Nabi Adam, tetapi juga menjadi teladan bagi umat Islam dalam memohon ampunan dan keberkahan. Artikel ini akan membahas doa Nabi Adam lengkap beserta Arab, latin, terjemah, dan keutamaannya, termasuk penjelasan tentang doa Nabi Adam untuk memikat Siti Hawa dan khasiat doa Nabi Adam.
Kisah Doa Nabi Adam AS: Pengakuan dan Permohonan Ampunan
Kisah doa Nabi Adam ketika bertaubat berawal dari peristiwa ketika beliau dan Siti Hawa memakan buah terlarang di surga. Setelah diturunkan ke bumi, Nabi Adam menyadari kesalahannya dan memohon ampunan kepada Allah. Doa ini tercatat dalam Al-Qur’an, Surah Al-A’raf ayat 23, yang menunjukkan kerendahan hati beliau dalam mengakui keslahan dan memohon rahmat Allah.
Selain itu, dalam kitab I‘ānat al-Ṭālibīn ‘alā Ḥalli Alfāẓ Fath al-Mu‘īn (2/340) karya al-Bakrī al-Dimyāṭī, disebutkan bahwa Nabi Adam juga memanjatkan doa “Allahumma innaka ta‘lamu sirri” di multazam (tempat antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah) setelah melakukan thawaf dan shalat dua rakaat. Doa ini mencerminkan pengakuan bahwa Allah Maha Mengetahui segala rahasia dan kebutuhan hamba-Nya.
Kisah Doa Nabi Adam dari I‘ānat al-Ṭālibīn
Dari Abdullah bin Sulaiman, ia berkata: “Adam ‘alaihissalam melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran ketika ia turun ke bumi, kemudian ia menunaikan shalat dua rakaat, lalu mendatangi multazam, dan berdoa:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي، فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي. وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي. وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي، وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي، وَالرِّضَا بِمَا قَضَيْتَ عَلَيَّ.
Maka Allah Ta‘ālā mewahyukan kepadanya:
‘Wahai Adam, kamu telah berdoa kepada-Ku dengan doa-doa ini, dan Aku telah mengabulkannya untukmu. Tidak ada seorang pun dari keturunanmu yang berdoa dengan doa ini melainkan Aku akan menghilangkan kegundahan dan kesedihannya, Aku akan menghapus kesempitannya, Aku akan mencabut kefakiran dari hatinya, Aku akan menjadikan kekayaan di depan matanya, Aku akan memberinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka, dan dunia akan datang kepadanya dengan sendirinya, meskipun ia tidak menginginkannya1.’
Bacaan Doa Nabi Adam Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah
Berikut adalah dua doa utama yang dikaitkan dengan Nabi Adam AS:
1. Doa Nabi Adam Memohon Ampunan (QS. Al-A’raf: 23)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Adam dan Siti Hawa setelah menyadari kesalahan mereka:
Arab:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin:
Rabbana ẓalamnā anfusanā wa il lam taghfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal khāsirīn
Terjemah:
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
Doa ini adalah wujud taubat Nabi Adam AS setelah melanggar larangan Allah, menunjukkan kerendahan hati dan ketergantungan kepada rahmat-Nya.
2. Doa Nabi Adam Allahumma Innaka Ta‘lamu Sirri
Doa ini diriwayatkan dalam kitab I‘ānat al-Ṭālibīn:
Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي، فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي. وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي. وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي، وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي، وَالرِّضَا بِمَا قَضَيْتَ عَلَيَّ
Latin:
Allahumma innaka ta‘lamu sirrī wa ‘alāniyatī, faqbal ma‘dziratī. Wa ta‘lamu mā fī nafsī faghfir lī dhunūbī. Wa ta‘lamu ḥājatī fa a‘ṭinī su’lī. Allahumma innī as’aluk īmānan yubāshiru qalbī, wa yaqīnan ṣādiqan ḥattā a‘lama annahu lā yuṣībunī illā mā katabta lī, war riḍā bimā qadayta ‘alayya
Terjemah:
“Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia dan hal-hal yang tampak dariku, maka terimalah uzurku. Engkau mengetahui apa yang ada dalam jiwaku, maka ampunilah dosa-dosaku. Engkau mengetahui kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keimanan yang menyentuh hatiku, keyakinan yang jujur sehingga aku mengetahui bahwa tidak ada yang menimpaku kecuali apa yang telah Engkau tetapkan untukku, dan keridhaan terhadap apa yang telah Engkau putuskan atas diriku.”
Doa Nabi Adam untuk Memikat Siti Hawa
Terkait doa Nabi Adam untuk memikat Siti Hawa, kami belum menemukan riwayat shahih, baik dalam Al-Qur’an, hadis atau dalam pennjelasan kitab-kitab yang secara eksplisit menyebutkan doa khusus untuk tujuan ini. Namun, dalam beberapa tradisi lisan atau kisah-kisah populer, disebutkan bahwa Nabi Adam memohon kepada Allah agar diberikan pendamping hidup, yaitu Siti Hawa. Doa ini lebih merupakan permohonan kebutuhan batin dan spiritual sebagai manusia pertama, bukan doa dengan niat memikat secara romantis.
Dalam konteks doa Nabi Adam AS, doa “Allahumma innaka ta‘lamu sirri wa ‘alāniyati” dapat diartikan mencakup permohonan kebutuhan hidup, termasuk jodoh atau keharmonisan dengan pasangan. Namun, tanpa bukti teks yang kuat, klaim ini sebaiknya tidak dianggap sebagai fakta mutlak, melainkan sebagai bagian dari kisah inspiratif.
Khasiat dan Keutamaan Doa Nabi Adam
Khasiat doa Nabi Adam sangatlah besar, sebagaimana disebutkan dalam riwayat I‘ānat al-Ṭālibīn. Allah berjanji kepada Nabi Adam bahwa siapa pun dari keturunannya yang memanjatkan doa “Allahumma innaka ta‘lamu sirri” akan mendapatkan keutamaan berikut:
- Menghilangkan kegundahan dan kesedihan: Doa ini membawa ketenangan jiwa.
- Menghapus kesempitan: Baik dalam hal materi maupun batin.
- Kekayaan batin: Allah akan menghilangkan rasa fakir dari hati.
- Rezeki tak terduga: Rezeki datang dari arah yang tidak disangka.
- Kedatangan dunia: Dunia akan menghampiri meski tidak diinginkan.
Selain itu, memahami doa Nabi Adam dan artinya mengajarkan pentingnya keridhaan terhadap takdir dan keimanan yang kokoh. Doa ini juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah, membantu umat Islam mencapai ketenangan dan keberkahan hidup.
Waktu dan Cara Mengamalkan Doa Nabi Adam
Untuk mengamalkan doa Nabi Adam lengkap, berikut panduannya:
- Waktu yang Mustajab:
- Setelah shalat wajib atau sunnah, terutama shalat dua rakaat di dekat Ka’bah (jika sedang haji atau umrah).
- Di multazam, tempat yang dianggap mustajab, sebagaimana dilakukan Nabi Adam.
- Saat sepertiga malam terakhir, waktu ketika doa mudah dikabulkan.
- Tata Cara:
- Bersuci terlebih dahulu (berwudhu).
- Membaca doa dengan penuh kekhusyukan, merenungi maknanya.
- Mengawali dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Mengulang doa sebanyak tiga kali atau sesuai keinginan.
- Menutup dengan doa penutup dan shalawat.
Doa ini dapat diamalkan kapan saja, terutama saat menghadapi kesulitan atau membutuhkan ketenangan batin.
Baca juga: Mengenal 5 Malam Mustajab dan Waktu Terbaik untuk Berdoa | Pengertian Wudhu Menurut Istilah dan Bahasa
Penutup
Doa Nabi Adam AS adalah teladan luar biasa bagi umat Islam dalam memohon ampunan, keimanan, dan keridhaan terhadap takdir Allah. Baik doa dalam Al-Qur’an (doa Nabi Adam memohon ampun) maupun doa “Allahumma innaka ta‘lamu sirri wa ‘alāniyati”, keduanya mengajarkan pentingnya tawadhu dan ketergantungan kepada Allah. Dengan mengamalkan doa ini, umat Islam dapat meraih ketenangan jiwa, keberkahan rezeki, dan kedekatan dengan Sang Pencipta. Mari teladani Nabi Adam dalam keikhlasan berdoa dan bertaubat, agar hidup kita senantiasa dipenuhi rahmat dan keberkahan.
Catatan Kaki & Referensi
- Abū Bakr ʿUthmān bin Muḥammad Shattā ad-Dimyāṭī (al-Bakrī), Iʿānat aṭ-Ṭālibīn ʿalā Ḥall Alfāẓ Fatḥ al-Muʿīn (Beirut: Dār al-Fikr, 1997), juz 2, hlm. 340. ↩︎