Amalan Rahasia Saat Mendengar Adzan Menurut Kitab I’anah at-Thalibin (Lengkap Arab & Latin)

Suara adzan bukan sekadar penanda waktu shalat telah tiba. Bagi umat Islam yang memahami ilmunya, momen berkumandangnya adzan adalah waktu yang sangat berharga. Pintu langit terbuka dan rahmat Allah turun. Namun, banyak dari kita hanya mengetahui cara menjawab adzan secara standarโ€”seperti menirukan ucapan muazin. Padahal, terdapat amalan saat mendengar adzan yang memiliki keutamaan luar biasa namun jarang diketahui orang banyak.

Referensi utama yang menjadi pegangan santri dan ulama di Nusantara dalam hal ini adalah kitab I’anah at-Thalibin. Dalam kitab ini, Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi menukil beberapa riwayat penting mengenai doa mendengar adzan kitab kuning yang memiliki fadhilah (keutamaan) spesifik, mulai dari kesehatan mata hingga jaminan masuk surga.

Artikel ini akan mengupas tuntas teks asli, cara pengamalan, dan penjelasan mendalam dari kitab I’anah at-Thalibin Jilid 1 halaman 281 tersebut. Mari kita pelajari satu per satu agar ibadah kita semakin berbobot.

Pentingnya Merujuk pada Kitab Mu’tabar

Sebelum masuk ke inti amalan, kita perlu memahami mengapa rujukan ini penting. I’anah at-Thalibin adzan menjadi kata kunci yang sering dicari karena kitab ini adalah syarah (penjelas) dari kitab Fathul Mu’in yang menjadi kurikulum wajib di hampir seluruh pesantren di Indonesia.

Apa yang tertulis di dalamnya bukan sekadar opini, melainkan nukilan dari ulama-ulama besar sebelumnya. Dalam konteks bab adzan, pengarang kitab menyisipkan “Faedah” (Fawaid) di margin kitab yang berisi amalan-amalan pelengkap (fadha’il al-amal). Meskipun beberapa jalur riwayatnya mungkin diperbincangkan oleh ahli hadis, banyak ulama fiqih dan tasawuf sepakat mengamalkannya dalam rangka fadha’il al-amal (keutamaan beramal) dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut adalah tiga amalan utama yang disebutkan dalam referensi tersebut.

1. Menjawab Panggilan dengan “Marhaban” (Sambutan Bahagia)

Amalan pertama yang disebut dalam kitab ini mengajarkan kita untuk tidak sekadar mendengar, tetapi menyambut suara adzan dengan kegembiraan. Seringkali kita merasa berat atau terganggu saat mendengar suara adzan karena sedang sibuk bekerja. Amalan ini melatih hati kita untuk senang.

Teks Asli dari Kitab

Dalam referensi yang Anda berikan, disebutkan bahwa riwayat ini terdapat di hamisy (catatan pinggir) kitab Maqamat al-Hariri:

(ููˆุงุฆุฏ) ุฐูƒุฑ ููŠ ู‡ุงู…ุด ู…ู‚ุงู…ุงุช ุงู„ุญุฑูŠุฑูŠ ู…ุง ู†ุตู‡: ู…ู† ู‚ุงู„ ุญูŠู† ูŠุณู…ุน ุงู„ู…ุคุฐู† ู…ุฑุญุจุง ุจุงู„ู‚ุงุฆู„ ุนุฏู„ุงุŒ ู…ุฑุญุจุง ุจุงู„ุตู„ุงุฉ ุฃู‡ู„ุง. ูƒุชุจ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‡ ุฃู„ู ุฃู„ู ุญุณู†ุฉุŒ ูˆู…ุญุง ุนู†ู‡ ุฃู„ููŠ ุฃู„ู ุณูŠุฆุฉุŒ ูˆุฑูุน ู„ู‡ ุฃู„ููŠ ุฃู„ู ุฏุฑุฌุฉ

Bacaan Latin dan Arti

Jika Anda mendengar muazin, disunnahkan mengucapkan:

Latin: Marhaban bil-qaa-ili โ€˜adlan, marhaban bish-shalaati ahlan.

Artinya: “Selamat datang wahai pengucap keadilan (kebenaran), selamat datang wahai shalat sebagai keluarga (bagian dari kami).”

Penjelasan dan Fadhilah

Kata “Marhaban” berarti selamat datang atau sambutan yang luas dan lapang. Mengucapkan kalimat ini berarti kita melapangkan dada menerima panggilan Allah.

Menurut teks di atas, fadhilah atau keutamaan membaca doa ini sangat fantastis:

  1. Dituliskan satu juta kebaikan (alfa alfi hasanah).
  2. Dihapuskan dua juta keburukan (alfay alfi sayyi’ah).
  3. Diangkat dua juta derajat (alfay alfi darajah).

Angka “juta” (alfu alfin) dalam bahasa Arab klasik seringkali bermakna jumlah yang sangat banyak atau tak terhingga. Ini menunjukkan betapa besarnya penghargaan Allah bagi hamba-Nya yang menyambut panggilan shalat dengan hati riang, bukan dengan gerutu.

2. Rahasia Mencium Jempol (Taqbilul Ibham) untuk Kesehatan Mata

Seorang muslim sedang mengusapkan kedua jempol ke mata setelah menciumnya saat mendengar syahadat rasul dalam adzan.
Tradisi mencium jempol (taqbilul ibham) saat mendengar nama Nabi Muhammad SAW dalam adzan diyakini sebagai wasilah kesehatan mata, sebagaimana dinukil dalam I’anah at-Thalibin.

Ini adalah pembahasan yang sering dicari dengan kata kunci hukum mencium jempol saat adzan atau doa adzan supaya tidak sakit mata. Amalan ini sangat populer di kalangan Nahdliyin dan pengamal tarekat. Ternyata, dasarnya tertulis jelas dalam kitab I’anah at-Thalibin yang menukil dari kitab Asy-Syanwani.

Momen Pengamalan

Amalan ini dilakukan spesifik ketika muazin mengucapkan kalimat syahadat rasul: “Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah” (Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah).

Teks Asli dan Cara Mengamalkan

Berikut redaksi asli dari kitab:

ูˆููŠ ุงู„ุดู†ูˆุงู†ูŠ ู…ุง ู†ุตู‡: ู…ู† ู‚ุงู„ ุญูŠู† ูŠุณู…ุน ู‚ูˆู„ ุงู„ู…ุคุฐู†: ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู…ุญู…ุฏุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡: ู…ุฑุญุจุง ุจุญุจูŠุจูŠ ูˆู‚ุฑุฉ ุนูŠู†ูŠ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -. ุซู… ูŠู‚ุจู„ ุฅุจู‡ุงู…ูŠู‡ ูˆูŠุฌุนู„ู‡ู…ุง ุนู„ู‰ ุนูŠู†ูŠู‡ ู„ู… ูŠุนู… ูˆู„ู… ูŠุฑู…ุฏ ุฃุจุฏุง

Bacaan Latin

Ketika mendengar muazin mengucap Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, ucapkanlah:

Latin: Marhaban bihabiibii wa qurrati โ€˜ainii Muhammad ibn โ€˜Abdillah โ€” shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.

Artinya: “Selamat datang kekasihku dan penyejuk pandangan mataku, Muhammad bin Abdullah โ€” semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya.”

Tata Cara (Kaifiyah)

Berdasarkan teks “tsumma yuqabbilu ibhaamaihi wa yaj’aluhuma ‘ala ‘ainaihi”:

  1. Baca doa di atas saat mendengar syahadat rasul.
  2. Cium kedua jempol tangan (biasanya bagian kuku).
  3. Usapkan kedua jempol tersebut ke kelopak mata.

Keutamaan (Khasiat)

Sesuai janji dalam teks tersebut: “Lam ya’ma wa lam yarmad abadan”. Artinya, orang yang rutin mengamalkan ini tidak akan buta dan tidak akan menderita sakit mata selamanya.

Ini adalah bentuk tabarruk (mengambil berkah) dari nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mata kita yang digunakan untuk memandang dunia, kita usap dengan nama kekasih Allah agar selalu terjaga kesehatannya dan terjaga dari memandang hal-hal maksiat.

3. Doa Khusus Jaminan Surga Tanpa Hisab

Amalan ketiga ini mungkin yang paling jarang diketahui orang awam dibandingkan dua amalan sebelumnya. Biasanya kita hanya membaca doa adzan yang umum (Allahumma rabba hadzihid da’wati at-tammah…). Namun, Abu Muhammad bin Sab’ dalam kitab Syifa’ush Shudur memberikan sebuah doa tambahan dengan jaminan yang menggetarkan hati.

Teks Asli Doa

Halaman 281 Kitab I'anah at-Thalibin Juz 1 yang menunjukkan teks arab asli mengenai doa-doa khusus saat mendengar adzan.
Tangkapan layar dari halaman kitab I’anah at-Thalibin yang menjadi sumber rujukan utama artikel ini, menunjukkan keotentikan referensi.

Redaksi ini sangat indah dan menyentuh aspek tauhid yang paling dalam:

ูˆุฐูƒุฑ ุฃุจูˆ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุณุจุน ููŠ ุดูุงุก ุงู„ุตุฏูˆุฑ: ูˆุฃู† ู…ู† ู‚ุงู„ ุฅุฐุง ูุฑุบ ุงู„ู…ุคุฐู† ู…ู† ุฃุฐุงู†ู‡: ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ุŒ ูƒู„ ุดุฆ ู‡ุงู„ูƒ ุฅู„ุง ูˆุฌู‡ู‡. ุงู„ู„ู‡ู… ุฃู†ุช ุงู„ุฐูŠ ู…ู†ู†ุช ุนู„ูŠ ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ุดู‡ุงุฏุฉ ูˆู…ุง ุดู‡ุฏุชู‡ุง ุฅู„ุง ู„ูƒุŒ ูˆู„ุง ูŠู‚ุจู„ู‡ุง ู…ู†ูŠ ุบูŠุฑูƒุŒ ูุงุฌุนู„ู‡ุง ู„ูŠ ู‚ุฑุจุฉ ุนู†ุฏูƒ ูˆุญุฌุงุจุง ู…ู† ู†ุงุฑูƒุŒ ูˆุงุบูุฑ ู„ูŠ ูˆู„ูˆุงู„ุฏูŠ ูˆู„ูƒู„ ู…ุคู…ู† ูˆู…ุคู…ู†ุฉ ุจุฑุญู…ุชูƒุŒ ุฅู†ูƒ ุนู„ู‰ ูƒู„ ุดุฆ ู‚ุฏูŠุฑ

Bacaan Latin Lengkap

Doa ini dibaca setelah muazin selesai mengumandangkan adzan secara tuntas.

Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, kullu syai-in haalikun illaa wajhah. Allaahumma antal-ladzii mananta โ€˜alayya bihaadzihisy-syahaadah, wa maa syahidtuhaa illaa lak, wa laa yaqbaluhaa minnii ghairuk, fajโ€™alhaa lii qurbatan โ€˜indaka wa hijaaban min naarik, waghfir lii wa liwaalidayya wa likulli muโ€™minin wa muโ€™minatin birahmatika, innaka โ€˜alaa kulli syai-in qadiir.

Terjemahan Per Kalimat

Agar lebih meresap, mari kita pahami artinya per bagian:

  • “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Segala sesuatu akan binasa kecuali Wajah-Nya (Zat-Nya).”
  • “Ya Allah, Engkaulah yang telah memberi karunia kepadaku dengan kesaksian (syahadat) ini.”
  • “Dan tidaklah aku bersaksi kecuali hanya untuk-Mu, dan tidak ada yang menerima kesaksian itu dariku selain Engkau.”
  • “Maka jadikanlah syahadat ini sebagai jalan kedekatan (qurbah) di sisi-Mu dan penghalang (hijab) dari api neraka-Mu.”
  • “Dan ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan setiap mukmin laki-laki dan perempuan dengan rahmat-Mu.”
  • “Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Keutamaan Tertinggi

Dalam referensi disebutkan: “Adkhalahullahu al-jannata bighairi hisab”. Artinya: Allah akan memasukkannya ke dalam surga tanpa hisab (tanpa perhitungan amal).

Kalimat ini menunjukkan bahwa doa tersebut adalah bentuk kepasrahan total dan pengakuan bahwa iman kita adalah pemberian Allah, bukan hasil usaha kita sendiri. Kita memohon agar iman itu dijaga sampai mati sebagai tiket masuk surga.

Tabel Ringkasan Amalan Adzan I’anah at-Thalibin

Untuk memudahkan Anda menghafal dan mempraktikkannya, berikut adalah tabel ringkasan pelaksanaannya:

NoWaktu PelaksanaanBacaan Kunci (Latin)Gerakan KhususKeutamaan Utama
1Saat mendengar awal suara muazinMarhaban bil-qaa-ili โ€˜adlan…Tidak adaHapus dosa, angkat derajat
2Saat Muazin mengucap Asyhadu anna Muhammadar RasulullahMarhaban bihabiibii wa qurrati โ€˜ainii…Mencium jempol & usap ke mataMata sehat, tidak buta
3Setelah Adzan selesai (sebelum doa umum)Allahumma antal-ladzii mananta โ€˜alayya…Mengangkat tangan (berdoa)Masuk surga tanpa hisab

Penjelasan Tambahan Seputar “Adlan” dan “Ahlan”

Mungkin ada yang bertanya mengenai makna kata dalam doa pertama. Mengapa muazin disebut pengucap keadilan?

Kata “Adlan” (ุนุฏู„ุง) di sini merujuk pada kebenaran yang mutlak. Muazin meneriakkan kalimat Tauhid dan ajakan shalat, yang merupakan kebenaran paling hakiki di dunia ini. Kita menyambut suara itu sebagai suara kebenaran, bukan suara gangguan.

Sedangkan kata “Ahlan” (ุฃู‡ู„ุง) bermakna keluarga atau golongan. Saat kita menyambut shalat dengan kata “Ahlan”, kita menganggap shalat adalah bagian dari diri kita, bagian dari keluarga rohani kita yang kita rindukan, bukan beban yang memberatkan punggung.

Strategi Mengamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Menggabungkan ketiga amalan di atas mungkin terasa banyak bagi pemula. Namun, jika sudah terbiasa, ini akan menjadi refleks rohani yang indah. Berikut tips agar amalan ini menjadi rutin:

  1. Hafalkan Satu per Satu: Mulailah dari yang paling pendek, yaitu menjawab “Marhaban” saat mendengar suara adzan pertama kali.
  2. Tempel Tulisan Doa: Anda bisa mencetak doa-doa di atas dan menempelnya di dinding dekat tempat Anda biasa shalat atau di ruang kerja.
  3. Niatkan Ittiba’: Niatkan hati untuk mengikuti jejak para ulama shalih yang telah mengamalkan ini berabad-abad lamanya.

Mengamalkan isi kitab kuning seperti ini juga bagian dari melestarikan tradisi keilmuan Islam yang memiliki sanad (mata rantai keilmuan) yang jelas. Kita tidak hanya beribadah secara fisik, tapi juga menyambungkan rohani kita dengan para pengarang kitab tersebut, seperti Syekh Zainuddin al-Malibari (pengarang Fathul Mu’in) dan Syekh Abu Bakar Syatha (pengarang I’anah at-Thalibin).


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Untuk memperjelas pemahaman mengenai amalan saat mendengar adzan ini, berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul:

1. Apakah amalan mencium jempol ini bid’ah?

Dalam pandangan Ahlussunnah wal Jamaah (khususnya Mazhab Syafi’i yang dianut mayoritas Muslim Indonesia), hal ini masuk dalam kategori Fadha’il al-Amal (keutamaan amal). Dalilnya adalah praktik para ulama (atsar) dan pengalaman spiritual (tajribah) orang-orang shalih. Selama tidak diyakini sebagai rukun shalat atau kewajiban syariat, tetapi sebagai bentuk cinta (mahabbah) kepada Nabi, maka ini dianjurkan. Referensinya jelas ada dalam kitab-kitab mu’tabar seperti I’anah at-Thalibin.

2. Apakah doa-doa ini menggantikan doa adzan yang biasa?

Tidak. Doa yang umum (Allahumma rabba hadzihid da’wati at-tammah…) bersumber dari hadis shahih riwayat Bukhari dan memiliki keutamaan mendapat syafaat Nabi. Doa-doa dari I’anah at-Thalibin ini adalah tambahan (ziyadah) untuk melengkapi dan menambah pahala. Anda bisa membacanya sesudah doa adzan yang biasa.

3. Bagaimana jika saya sedang di kamar mandi saat adzan?

Jika sedang di kamar mandi atau WC, kita dilarang melafalkan asma Allah dan ayat suci. Cukup dengarkan dan jawab dalam hati. Setelah keluar dari kamar mandi, barulah Anda boleh membacanya jika adzan belum terlalu lama berlalu.

4. Di mana letak persis teks ini di kitab I’anah at-Thalibin?

Sesuai referensi, teks ini berada di Jilid 1, Halaman 281 (cetakan umum kitab kuning). Letaknya berada di pembahasan bab Azan dan Iqamah, seringkali di bagian bawah atau tengah halaman tergantung penerbitnya (seperti Toha Putra, Beirut: Dฤr al-Fikr atau Darul Ilmi).


Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai amalan rahasia saat mendengar adzan menurut kitab I’anah at-Thalibin. Dengan mengamalkan tiga hal iniโ€”menyambut dengan marhaban, mencium jempol saat syahadat, dan membaca doa khusus di akhir adzanโ€”kita berharap mendapatkan keberkahan yang komplit. Mata kita sehat di dunia untuk memandang mushaf dan wajah ulama, dan di akhirat kita masuk surga tanpa hisab berkat syafaat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jangan biarkan suara adzan berlalu begitu saja sebagai suara latar belakang. Jadikan setiap kumandangnya sebagai ladang panen pahala bagi kita. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menjadi rujukan bagi Anda yang ingin memperdalam doa mendengar adzan kitab kuning. Selamat mengamalkan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Abลซ Bakr (al-Mashhลซr bi-al-Bakrฤซ) สฟUthmฤn ibn Muแธฅammad Shaแนญแนญฤ ad-Dimyฤแนญฤซ ash-Shฤfiสฟฤซ, Iสฟฤnat aแนญ-แนฌฤlibฤซn สฟalฤ แธคall Alfฤแบ“ Fatแธฅ al-Muสฟฤซn (แธคฤshiyah สฟalฤ Fatแธฅ al-Muสฟฤซn bi-Sharแธฅ Qurrat al-สฟAyn bi-Muhimmat ad-Dฤซn), 1st ed. (Beirut: Dฤr al-Fikr, 1997), 1:281.

Ruang Muzakarah (Diskusi)

Silakan bertanya atau berbagi ilmu dengan adab yang baik. Email Anda aman dan tidak akan dipublikasikan.