Adab Berpakaian dalam Islam: Sunnah Memulai dari Kanan dan Melepas dari Kiri

Kita semua pasti melakukan ini setiap hari: bangun tidur, mandi, lalu memilih pakaian untuk dikenakan. Entah itu seragam kerja, baju santai, atau gamis untuk shalat. Aktivitas ini begitu melekat dalam rutinitas kita sampai-sampai sering lewat begitu saja tanpa makna. Padahal, Islam adalah agama yang sangat detail. Hal-hal kecil seperti cara memasukkan tangan ke lengan baju pun ada aturannya.

Imam An-Nawawi, ulama besar yang karyanya menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia, menuliskan bab khusus tentang ini dalam kitab Al-Adhkar. Beliau tidak hanya bicara soal model baju, tapi lebih ke bagaimana kita memperlakukan tubuh dan pakaian kita sebagai bentuk ibadah.

Artikel ini akan mengupas tuntas adab berpakaian dalam Islam, mengapa sisi kanan begitu istimewa, dan bagaimana doa-doa pendek dari Nabi Muhammad ﷺ bisa mengubah rutinitas harian menjadi ladang pahala yang berlimpah.

Mengapa Kanan dan Kiri Itu Penting? (Konsep At-Tayamun)

Sebelum kita masuk ke praktik memakai baju, kita perlu paham dulu filosofi di baliknya. Mengapa harus kanan? Kenapa tidak bebas saja?

Dalam Islam, ada konsep yang disebut At-Tayamun, yaitu kecenderungan untuk mendahulukan yang kanan dalam perkara-perkara yang baik dan mulia. Imam An-Nawawi dalam Al-Adhkar (hlm. 21) memberikan kaidah emas yang sangat bermanfaat untuk kita pegang:

يستحب أن يبتدأ في لبس الثوب والنعل والسراويل وشبهها باليمين من كميه ورجلي السراويل ويخلع الأيسر، ثم الأيمن

“Disunnahkan memulai memakai baju, sandal, celana, dan semisalnya dengan bagian kanan, dari lengan bajunya dan kaki celananya. Dan (saat) melepas dimulai dari yang kiri, kemudian yang kanan.”

Pembagian Tugas Anggota Tubuh

Imam An-Nawawi merinci daftar aktivitas yang sebaiknya menggunakan tangan kanan atau dimulai dari kanan. Ini bukan aturan sembarangan, tapi bentuk manajemen anggota tubuh agar seimbang dan sesuai fitrah.

Gunakan Kanan Untuk:

  • Memakai pakaian (baju, celana, kaos kaki).
  • Memakai sandal (tana’ul).
  • Bersuci (wudhu, mandi junub).
  • Menyisir rambut (tarajjul).
  • Memotong kuku dan mencukur kumis.
  • Makan dan minum.
  • Masuk masjid.
  • Bersalaman.

Gunakan Kiri Untuk:

  • Melepas pakaian dan sandal.
  • Keluar masjid.
  • Masuk kamar mandi/toilet.
  • Membersihkan kotoran (istinja).

Dasar dari pembagian ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha (Hadits No. 49 dalam referensi):

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعجبه التيمن في شأنه كله: في طهوره وترجله وتنعله

“Rasulullah ﷺ sangat menyukai mendahulukan kanan dalam segala urusannya: dalam bersucinya, dalam menyisirnya, dan dalam memakai sandalnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan, istri Nabi yang lain, Hafsah radhiyallahu ‘anha, mempertegas dalam riwayat Abu Daud (Hadits No. 51) bahwa Rasulullah ﷺ menjadikan kanan untuk makan, minum, dan pakaian, sedangkan kiri untuk selain itu (hal-hal yang kotor atau membuang kotoran).

Panduan Langkah Demi Langkah Memakai Pakaian

Mari kita praktikkan urutan berpakaian ini agar sesuai dengan sunnah Nabi ﷺ.

1. Awali dengan Niat dan Basmalah

Langkah pertama adalah “instalasi” niat. Jangan hanya berpakaian karena malu dilihat orang, tapi niatkan untuk menutup aurat karena Allah memerintahkannya. Imam An-Nawawi membuka bab pakaian dengan nasihat singkat namun padat:

يستحب أن يقول: بسم الله، وكذلك تستحب التسمية في جميع الأعمال.

“Disunnahkan mengucapkan: Bismillah. Demikian pula disunnahkan membaca bismillah pada setiap amal perbuatan.”

Ucapan Bismillah adalah segel keberkahan. Baju yang dipakai dengan nama Allah diharapkan membawa kebaikan bagi pemakainya sepanjang hari.

2. Dahulukan Anggota Tubuh Kanan

Close-up tangan kanan seseorang sedang mengancingkan manset lengan kemeja kanan, ilustrasi sunnah mendahulukan kanan saat berpakaian.
At-Tayamun (mendahulukan kanan): Sunnah Nabi yang mulia dalam memulai segala aktivitas yang baik, termasuk saat mengenakan pakaian.

Saat Anda memegang kemeja, masukkan lengan kanan terlebih dahulu. Saat memakai celana, masukkan kaki kanan dulu. Jangan terbalik. Ini adalah perintah anjuran yang kuat dari Nabi ﷺ.

Dalam Hadits No. 52, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا لبستم، وإذا توضأتم فابدؤوا بأيامنكم

“Jika kalian berpakaian, dan jika kalian berwudhu, maka mulailah dengan bagian kanan kalian.” (Hadits Hasan, HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Membiasakan ini mungkin butuh waktu bagi yang belum terbiasa, tapi lama-kelamaan akan menjadi refleks yang indah.

3. Iringi dengan Doa Memakai Pakaian

Gambar grafik berisi teks Arab, transliterasi latin, dan terjemahan doa memakai pakaian sehari-hari sesuai referensi kitab Al-Adhkar.
Jangan biarkan aktivitas berpakaian lewat begitu saja. Iringi dengan doa agar menjadi keberkahan dan perlindungan. Simpan gambar ini untuk membantu menghafalnya.

Saat pakaian sudah menempel di tubuh, atau saat proses memakainya, ucapkanlah doa. Ada beberapa variasi doa yang diajarkan Nabi ﷺ.

Doa Umum (Menyebut Nama Pakaian) Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri (Hadits No. 43), Nabi ﷺ biasa menyebut nama pakaiannya (misal: “Kemeja ini”, “Gamis ini”) lalu berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ

(Allahumma inni as’aluka min khairihi wa khairi ma huwa lahu, wa a’udzu bika min syarrihi wa syarri ma huwa lahu)

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang ia dibuat untuknya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ia dibuat untuknya.”

Doa Khusus Pakaian Baru (Pengampunan Dosa) Jika baju yang Anda pakai adalah baju baru, ada bonus pahala pengampunan dosa jika membaca doa dari riwayat Mu’adz bin Anas (Hadits No. 44):

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

(Alhamdulillahilladhi kasani hadha wa razaqanihi min ghairi hawlin minni wala quwwah)

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan pakaian ini kepadaku dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku.”

Siapa yang membaca ini, maka “diampuni dosanya yang telah lalu.”

Tata Cara Melepas Pakaian: Aturan Kebalikan

Close-up tangan kanan seseorang sedang menarik lengan kemeja kiri untuk dilepaskan terlebih dahulu sebagai bentuk adab melepas pakaian dalam Islam.
Sebagai bentuk penghormatan pada bagian kanan, sunnah mengajarkan kita untuk memulai melepas pakaian dari bagian tubuh sebelah kiri.

Jika memakai dimulai dari kanan, maka melepas harus dimulai dari kiri. Mengapa? Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah bentuk penghormatan terhadap bagian kanan. Bagian kanan “dimuliakan” dengan dipakaikan lebih dulu dan dilepaskan paling akhir, sehingga keberadaan pakaian (yang merupakan nikmat) bertahan lebih lama di anggota tubuh kanan.

Jadi urutannya:

  1. Keluarkan lengan kiri / kaki kiri.
  2. Baru kemudian lengan kanan / kaki kanan.

Doa Melepas Pakaian: Perisai Gaib

Pernahkah Anda merasa was-was saat ganti baju sendirian? Islam mengajarkan bahwa kita hidup berdampingan dengan makhluk gaib (Jin). Mereka bisa melihat kita, tapi kita tidak bisa melihat mereka. Namun, Nabi ﷺ memberikan “teknologi” canggih untuk menutup pandangan mereka.

Dalam Hadits No. 53 riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

ستر ما بين أعين الجن وعورات بني آدم أن يقول الرجل المسلم إذا أراد أن يطرح ثيابه: بسم الله الذي لا إله إلا هو

“Penghalang (tabir) antara mata jin dan aurat anak Adam adalah apabila seorang muslim hendak melepaskan pakaiannya, ia mengucapkan: Bismillahilladhi laa ilaha illa huwa.”

Kalimat “Bismillahilladhi laa ilaha illa huwa” (Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia) berfungsi seperti tirai gaib. Jin mungkin ada di situ, tapi mereka tidak akan mampu melihat aurat kita.

Adab Sosial: Saat Melihat Orang Lain Berpakaian Baru

Adab berpakaian tidak hanya untuk diri sendiri. Sebagai makhluk sosial, kita sering melihat teman atau keluarga memakai baju baru. Bagaimana respon kita? Apakah iri, atau memuji basa-basi?

Sunnah mengajarkan kita untuk mendoakan mereka. Ini menciptakan ikatan kasih sayang yang kuat.

1. Doa Panjang Umur (Kisah Ummu Khalid) Dalam hadits shahih Bukhari (No. 47), Nabi ﷺ pernah diberi pakaian yang ada corak hitamnya. Beliau memanggil seorang anak kecil bernama Ummu Khalid, lalu memakaikan baju itu padanya. Nabi ﷺ bersabda:

أبلي، وأخلقي

“Abli, wa Akhliqi” (Pakailah sampai usang, dan rusakkanlah).

Beliau mengucapkannya dua kali. Kalimat “pakailah sampai usang” adalah kiasan doa agar si pemakai diberi umur panjang sehingga sempat membuat baju barunya menjadi usang karena lama dipakai.

2. Doa Hidup Terpuji dan Mati Syahid Ketika Nabi ﷺ melihat Umar bin Khattab memakai baju (Hadits No. 48), beliau bertanya: “Apakah ini baru atau cucian?” Umar menjawab: “Cucian.” Meski bukan baju baru, Nabi tetap mendoakan:

البس جديدا، وعش حميدا، ومت شهيدا

“Ilbas jadidan, wa ‘ish hamidan, wa mut syahidan.” (Berpakaianlah yang baru, hiduplah dengan terpuji, dan matilah dalam keadaan syahid).

Ini adalah doa yang sangat lengkap: meminta kesejahteraan dunia (baju baru), akhlak mulia (hidup terpuji), dan akhir hidup yang terbaik (mati syahid).

Jangan Lupakan Sedekah Pakaian

Seringkali lemari kita penuh sesak, tapi kita terus membeli baju baru. Imam An-Nawawi menukil riwayat dari Umar bin Khattab (Hadits No. 46) yang memberikan solusi spiritual untuk ini.

Jika Anda membeli baju baru, lalu Anda mengambil baju lama yang sudah agak usang (akhlaq) dan menyedekahkannya, maka Anda akan mendapatkan jaminan perlindungan Allah:

كان في حفظ الله وفي كنف الله عز وجل، وفي سبيل الله حيا وميتا

“Ia berada dalam penjagaan Allah, dalam naungan Allah Azza wa Jalla, dan di jalan Allah, baik saat hidup maupun mati.”

Jadi, buatlah aturan: Satu Baju Masuk, Satu Baju Keluar. Beli satu yang baru, sedekahkan satu yang lama.

Tabel Ringkasan Adab Berpakaian

Agar lebih mudah diingat, berikut tabel ringkasan yang bisa Anda jadikan panduan cepat:

AktivitasAnggota TubuhBacaan Doa / DzikirKeterangan
NiatHatiNiat menutup aurat lillahi ta’ala.
Memulai PakaiKananBismillahUntuk semua jenis pakaian/aksesoris.
Selesai MemakaiAllahumma inni as’aluka min khairihi…Doa memohon kebaikan pakaian.
Pakai Baju BaruKananAlhamdulillahilladhi kasani hadha…Keutamaan: Diampuni dosa yang lalu.
MelepasKiriBismillahilladhi laa ilaha illa huwaAgar aurat tidak dilihat Jin.
Melihat TemanLisanIlbas jadidan, wa ‘ish hamidan…Mendoakan kebaikan bagi orang lain.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apakah mendahulukan kanan itu wajib atau sunnah?

Mayoritas ulama berpendapat bahwa mendahulukan kanan dalam berpakaian hukumnya adalah sunnah (dianjurkan), bukan wajib. Artinya, jika Anda lupa dan mendahulukan kiri, Anda tidak berdosa, tapi Anda kehilangan pahala sunnah. Namun, Imam An-Nawawi menegaskan bahwa Nabi ﷺ “sangat menyukai” (yu’jibuhu) hal ini, yang menunjukkan betapa pentingnya kebiasaan ini.

Bagaimana dengan orang kidal?

Aturan sunnah ini berlaku umum, termasuk bagi orang kidal. Tangan kanan memiliki keutamaan syar’i (kemuliaan) dalam Islam yang tidak bergantung pada kebiasaan dominan tangan seseorang. Jadi, orang kidal pun tetap dianjurkan makan dan berpakaian dengan tangan kanan.

Apakah doa melepas pakaian harus diucapkan keras?

Tidak harus. Cukup diucapkan dengan lisan yang terdengar oleh diri sendiri (lirih). Tujuannya adalah dzikir (mengingat Allah) dan memohon perlindungan.

Apakah aturan ini berlaku untuk kaos kaki dan sepatu?

Ya, benar sekali. Dalam kaidah yang ditulis Imam An-Nawawi (hlm. 21), disebutkan “an-na’l” (sandal/sepatu) dan “asy-syabah” (hal yang serupa). Jadi memakai kaos kaki, sepatu, sarung tangan, hingga jam tangan, sebaiknya dimulai dari kanan.

Bolehkah berdoa dengan bahasa Indonesia?

Berdoa dengan bahasa Arab sesuai teks hadits adalah yang paling utama (afdhal). Namun, jika belum hafal atau sulit melafalkannya, berdoa dengan bahasa Indonesia dengan makna yang sama diperbolehkan, terutama untuk doa yang sifatnya permohonan bebas. Tapi untuk doa-doa yang sifatnya dzikir ratib (seperti Bismillah), sebaiknya tetap dalam bahasa aslinya.

Mari kita mulai hari ini dengan perubahan kecil. Perhatikan tangan mana yang bergerak duluan saat meraih kemeja. Ucapkan doa perlindungan saat melepas baju kerja. Hal-hal kecil ini, jika dilakukan terus menerus, akan mengubah aktivitas biasa menjadi ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah.

Al-Nawawī, Yaḥyā ibn Sharaf. Al-Adhkār. Edited by ʿAbd al-Qādir al-Arnaʾūṭ. New revised edition. Beirut: Dār al-Fikr, 1994.

Ruang Muzakarah (Diskusi)

Silakan bertanya atau berbagi ilmu dengan adab yang baik. Email Anda aman dan tidak akan dipublikasikan.