Setiap hari kita pasti melakukan rutinitas ini: membuka lemari, memilih baju, lalu mengenakannya. Aktivitas ini terasa sangat otomatis dan biasa saja. Namun, tahukah Anda bahwa dalam Islam, kegiatan sederhana seperti berpakaian bisa berubah menjadi ladang pahala jika dilakukan dengan kesadaran dan mengikuti tuntunan Nabi Muhammad ﷺ?
Imam An-Nawawi, seorang ulama besar dalam mazhab Syafi’i, merangkum berbagai riwayat shahih dan hasan mengenai adab harian ini dalam kitabnya yang fenomenal, Al-Adhkar. Dalam kitab tersebut, terdapat perbedaan halus namun bermakna antara doa yang dibaca saat mengenakan pakaian sehari-hari dengan doa saat kita memiliki kebahagiaan mengenakan pakaian baru.
Artikel ini akan mengulas perbedaan kedua jenis doa tersebut berdasarkan referensi langsung dari kitab Al-Adhkar (halaman 20-22), agar kita bisa mengamalkan sunnah berpakaian dengan lebih tepat.
Namun, jika Anda ingin mempelajari urutan lengkap adabnya dari awal hingga melepas baju, silakan simak panduan lengkap doa berpakaian sesuai sunnah yang telah kami bahas sebelumnya.
Pondasi Dasar: Mulai dengan Basmalah
Sebelum masuk ke doa-doa yang spesifik, ada satu hal mendasar yang tidak boleh ditinggalkan. Imam An-Nawawi membuka bab ini dengan sebuah kaidah umum:
يستحب أن يقول: بسم الله، وكذلك تستحب التسمية في جميع الأعمال.
“Disunnahkan mengucapkan: ‘Bismillah’. Demikian pula disunnahkan membaca bismillah pada setiap amal perbuatan.” (Al-Adhkar, hlm. 20)
Jadi, baik itu baju lama yang sudah sering dipakai maupun baju yang baru dibeli, langkah pertamanya sama: Agar setiap aktivitas kita bernilai ibadah, sangat dianjurkan untuk menghayati bacaan basmalah dan artinya setiap kali hendak memulainya. Ini adalah kunci pembuka keberkahan dalam setiap aktivitas seorang muslim.
Doa Memakai Pakaian Sehari-hari (Pakaian Biasa)

Ketika kita mengambil baju dari gantungan—entah itu kemeja kerja, kaos santai, atau gamis yang biasa kita pakai—ada doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Doa ini sifatnya umum, mencakup permohonan kebaikan dari fungsi pakaian itu sendiri.
Berdasarkan riwayat yang dinukil Imam An-Nawawi dari kitab Ibnu Sunni (Hadits No. 43), sahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu menceritakan kebiasaan Nabi ﷺ. Beliau menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ jika mengenakan pakaian—baik itu gamis, selendang, atau sorban—beliau akan memberi nama pakaian tersebut, kemudian berdoa.
Teks Arab dan Artinya
Berikut adalah lafaz doa yang dibaca Nabi ﷺ untuk pakaian secara umum:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ
(Allahumma inni as’aluka min khairihi wa khairi ma huwa lahu, wa a’udzu bika min syarrihi wa syarri ma huwa lahu)
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang ia (pakaian) dibuat untuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ia dibuat untuknya.”
Makna Doa Ini
Doa ini sangat dalam maknanya. Kita meminta agar pakaian tersebut berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu menutup aurat dan melindungi tubuh (kebaikan pakaian). Kita juga berlindung dari keburukannya, misalnya pakaian yang justru membuat kita sombong, atau pakaian yang digunakan untuk mendatangi tempat-tempat maksiat. Ini adalah doa perlindungan untuk aktivitas harian kita.
Doa dan Adab Memakai Pakaian Baru

Ada perasaan berbeda saat kita mengenakan pakaian yang baru. Ada rasa syukur dan gembira. Islam mengakui perasaan ini dan memberikan tuntunan doa yang sedikit berbeda, yang lebih menekankan pada rasa syukur. Imam An-Nawawi membuat bab khusus untuk ini: (Bab apa yang diucapkan jika memakai baju baru, sandal, atau sejenisnya).
Ada dua pilihan doa yang populer yang disebutkan dalam referensi ini.
Pilihan Doa 1: Ungkapan Syukur yang Spesifik
Dalam Hadits No. 45, Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu kembali meriwayatkan bahwa jika Rasulullah ﷺ mendapatkan pakaian baru (istajadda tsauban), beliau menamainya, kemudian berdoa dengan lafaz yang mirip dengan doa harian, namun diawali dengan pujian khusus:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ
(Allahumma lakal hamdu anta kasautanihi, as’aluka khairahu wa khaira ma shuni’a lahu, wa a’udzu bika min syarrihi wa syarri ma shuni’a lahu)
Artinya: “Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkaulah yang memakaikan pakaian ini kepadaku. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan sesuatu yang ia dibuat untuknya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan sesuatu yang ia dibuat untuknya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i, dan Imam Tirmidzi menilainya sebagai hadits hasan. Perbedaan utamanya terletak pada kalimat pembuka “Allahumma lakal hamdu anta kasautanihi” (Ya Allah, milik-Mu segala puji, Engkau yang memakaikannya padaku). Ini adalah pengakuan eksplisit bahwa baju baru itu adalah rezeki langsung dari Allah.
Pilihan Doa 2: Kunci Pengampunan Dosa
Ini adalah doa yang sangat istimewa dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Berdasarkan riwayat Mu’adz bin Anas radhiyallahu ‘anhu (Hadits No. 44), Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barangsiapa memakai pakaian baru lalu membaca doa ini, maka:
غفر الله له ما تقدم من ذنبه
“Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.”
Berikut lafaz doanya yang cukup singkat namun powerful:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
(Alhamdulillahilladzi kasani hadha wa razaqanihi min ghairi hawlin minni wala quwwah)
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan pakaian ini kepadaku dan menganugerahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku.”
Doa ini mengajarkan kita untuk meniadakan kehebatan diri sendiri. Baju baru itu terbeli bukan karena kita pintar mencari uang, tapi murni karena rezeki dari Allah. Pengakuan tulus inilah yang mengundang ampunan-Nya.
Perbedaan Utama: Apa yang Membuatnya Berbeda?
Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat perbedaan fokus antara doa pakaian biasa dan pakaian baru:
- Fokus Doa Harian: Lebih berfokus pada fungsi pakaian sebagai pelindung dan permohonan agar dijauhkan dari dampak buruk pemakaiannya dalam aktivitas sehari-hari.
- Fokus Doa Pakaian Baru: Sangat menekankan pada aspek syukur (terima kasih) dan pengakuan bahwa nikmat baru tersebut berasal dari Allah semata.
- Keutamaan (Fadhilah): Doa pakaian baru yang diriwayatkan Mu’adz bin Anas memiliki janji spesifik yang sangat besar, yaitu pengampunan dosa-dosa yang telah lalu, yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam doa pakaian biasa.
Bonus: Jangan Lupakan Baju Lamamu

Sebagai pelengkap adab memakai baju baru, ada sebuah riwayat menarik dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu (Hadits No. 46).
Beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa saja yang memakai baju baru, memuji Allah (dengan doa seperti di atas), kemudian ia sengaja mengambil baju lamanya yang sudah usang (khaliq) dan menyedekahkannya, maka orang tersebut akan berada:
فِي حِفْظِ اللَّهِ وَفِي كَنَفِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ حَيًّا وَمَيِّتًا
“Dalam pemeliharaan Allah, dalam perlindungan Allah Azza wa Jalla, dan di jalan Allah, baik saat hidup maupun mati.”
Jadi, saat lemari Anda kedatangan penghuni baru, itu adalah saat yang tepat untuk mengeluarkan baju lama sebagai sedekah agar mendapatkan jaminan perlindungan yang luar biasa ini.
Ringkasan Perbedaan (Tabel)
Agar lebih mudah dipahami, berikut tabel ringkasan perbedaan kedua jenis doa tersebut:
| Aspek | Doa Pakaian Biasa / Sehari-hari | Doa Pakaian Baru |
| Dasar (Wajib) | Membaca Basmalah | Membaca Basmalah |
| Referensi Utama | Hadits No. 43 (Abu Sa’id Al-Khudri) | Hadits No. 44 (Mu’adz bin Anas) & No. 45 (Abu Sa’id) |
| Inti Bacaan | Allahumma inni as’aluka min khairihi… | Alhamdulillahilladhi kasani hadha… ATAU Allahumma lakal hamdu anta kasautanihi… |
| Penekanan Makna | Memohon kebaikan fungsi pakaian & berlindung dari keburukannya. | Ungkapan syukur mendalam & pengakuan ketidakberdayaan diri (tanpa daya & upaya). |
| Keutamaan Khusus | Perlindungan harian. | Pengampunan dosa yang telah lalu (untuk riwayat Mu’adz bin Anas). |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah saya harus menyebut nama pakaiannya (misal: “kemeja ini”) sebelum berdoa?
Berdasarkan Hadits No. 43 dan 45, disebutkan bahwa Nabi ﷺ menamai pakaian tersebut (sammahu bismihi). Ini adalah sunnah. Anda bisa menyebutnya namanya sebelum membaca doanya, misalnya: “Bismillah, saya memakai kemeja ini,” lalu lanjut berdoa.
Bolehkah saya membaca doa pakaian baru untuk pakaian biasa?
Tentu saja boleh dan sangat baik. Doa seperti “Alhamdulillahilladhi kasani hadha…” adalah ungkapan syukur yang bisa dibaca kapan saja. Namun, riwayat hadits secara spesifik mengaitkan keutamaan pengampunan dosa saat momentum memakai pakaian baru.
Bagaimana jika saya lupa membaca doa saat memakai baju?
Jika teringat di tengah-tengah memakai atau setelah selesai, Anda bisa segera membacanya. Berdzikir dan berdoa kepada Allah tidak dibatasi waktu secara kaku dalam konteks ini.
Semoga dengan memahami perbedaan ini, rutinitas berpakaian kita tidak lagi menjadi aktivitas kosong, melainkan menjadi momen koneksi spiritual kita dengan Allah Sang Pemberi Rezeki.
Referensi
Al-Nawawī, Yaḥyā ibn Sharaf. Al-Adhkār. Edited by ʿAbd al-Qādir al-Arnaʾūṭ. New revised edition. Beirut: Dār al-Fikr, 1994.




