Ayat Kursi dan Dzikir Khusus Saat Anggota Keluarga Sakit atau Merantau

Perasaan khawatir adalah hal yang wajar saat mengetahui ada anggota keluarga yang sedang sakit. Hati kita juga seringkali tidak tenang ketika melepas anak atau kerabat untuk merantau jauh dari rumah. Jarak fisik dan ketidakpastian kondisi kesehatan orang tersayang sering membuat pikiran kita melayang ke mana-mana.

Sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk tidak larut dalam kecemasan. Ada “jalur langit” yang bisa kita tempuh untuk memohon perlindungan dan kesembuhan bagi mereka. Rasulullah ﷺ telah mewariskan bacaan-bacaan agung yang berfungsi sebagai benteng spiritual dan penawar (syifa).

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi merangkum beberapa riwayat shahih mengenai bacaan saat menghadapi kesulitan, termasuk ketika keluarga sakit atau berada jauh dari kita. Dua senjata utama yang akan kita bahas adalah Ayat Kursi dan sebuah dzikir khusus yang diamalkan oleh sahabat Nabi untuk anak-anaknya.

Mari kita pelajari amalan-amalan ini agar hati lebih tenang dan keluarga senantiasa dalam lindungan Allah.

1. Keutamaan Ayat Kursi sebagai Benteng Perlindungan

Kaligrafi Arab Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 255) yang indah dan jelas.
Ayat Kursi: Ayat paling agung dalam Al-Quran yang menjadi benteng perlindungan utama bagi seorang Muslim dari segala keburukan.

Siapa yang tidak mengenal Ayat Kursi? Ini adalah ayat yang paling agung dalam Al-Quran. Banyak dari kita mencari amalan ayat kursi lengkap untuk dibaca setiap hari, baik sebagai amalan membaca ayat kursi setelah sholat maupun sebelum tidur.

Mengapa Ayat Kursi Begitu Istimewa?

Keutamaan membaca Ayat Kursi sangatlah besar, karena ayat ini mengandung nama-nama Allah yang paling agung, yaitu Al-Ḥayyu, Al-Qayyūm, Al-‘Aliy, dan Al-‘Aẓīm, sebagaimana asma Allah yang disebutkan dalam kalimat hauqolah, serta menjelaskan sifat-sifat keagungan, kekuasaan, dan pengaturan Allah yang bersifat mutlak atas seluruh alam semesta.

Banyak orang makrifat billah yang mengatakan kekuatan Ayat Kursi terletak pada dua nama Allah yang agung ini. Pelajari lebih dalam tentang dahsyatnya nama ini di artikel Keutamaan Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum.

Sebuah riwayat dalam kitab Ibnu Sunni dari Qatadah radhiyallahu ‘anhu (Hadis no. 351 dalam referensi Al-Adzkar) menyebutkan sebuah kombinasi dahsyat untuk mengatasi kesulitan:

٣٥١ – وروينا في كتاب ابن السني، عن قتادة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” من قرأ آية الكرسي وخواتيم سورة البقرة عند الكرب، أغاثه الله عز وجل ” 

“Barangsiapa membaca Ayat Kursi dan penutup surat Al-Baqarah ketika mengalami kesulitan (karb), maka Allah Azza wa Jalla akan menolongnya.”

Ini menunjukkan bahwa manfaat baca ayat kursi bukan hanya sekadar pahala, tetapi juga sebagai wasilah (perantara) datangnya pertolongan Allah saat kita atau keluarga sedang terdesak oleh masalah, termasuk penyakit.

Bacaan Ayat Kursi Lengkap (Arab, Latin, dan Artinya)

Bagi Anda yang membutuhkan ayat kursi latin dan arab untuk diamalkan, berikut adalah teksnya:

Ayat Kursi Arab:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Ayat Kursi Latin:

Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta’khudzuhu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardhi. Man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

Ayat Kursi dan Terjemahan (Bahasa Indonesia):

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

2. Amalan Ruqyah Mandiri untuk Keluarga yang Sakit

Saat anggota keluarga sakit, selain usaha medis, kita sangat dianjurkan melakukan ruqyah orang sakit sesuai sunnah. Tidak perlu panik mencari ustaz jika kondisinya mendesak, Anda bisa melakukan ruqyah mandiri untuk orang sakit di rumah.

Ada sebuah dzikir indah yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Uniknya, dzikir ini kemudian diamalkan secara khusus oleh putra beliau, Abdullah bin Ja’far, untuk meruqyah orang sakit.

Dzikir Pelipur Lara dari Rasulullah

Dalam riwayat Imam An-Nawawi (Hadis no. 348), disebutkan doa ini:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْكَرِيْمُ الْعَظِيْمُ، سُبْحَانَهُ، تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Latin: Laa ilaaha illallaahul kariimul ‘adhiim, subhaanahu, tabaarakallaahu rabbul ‘arsyil ‘adhiim, alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Maha Suci Dia, Maha Suci Allah Tuhan Pemilik Arsy yang Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Cara Meruqyah Orang Sakit dengan Dzikir Ini

Ilustrasi cara melakukan ruqyah mandiri dengan meniupkan bacaan dzikir dan ayat kursi ke anggota keluarga yang sakit.
Praktik ruqyah mandiri yang diajarkan generasi salaf: Meniupkan bacaan dzikir dengan lembut ke bagian tubuh yang dirasa sakit.

Bagaimana cara ruqyah orang sakit menggunakan bacaan di atas?

Imam An-Nawawi menjelaskan dalam catatan riwayat tersebut bahwa Abdullah bin Ja’far biasa membacakan (mentalqinkan) doa ini dan meniupkannya (yanfutsu) kepada orang yang maw’uk (sakit demam).

Jadi, langkah praktis bacaan ruqyah orang sakit ini adalah:

  1. Duduk di dekat anggota keluarga yang sakit (misalnya demam).
  2. Bacalah dzikir di atas dengan khusyuk.
  3. Tiupkan dengan lembut (dengan sedikit percikan ludah/ nafas) ke bagian yang sakit atau ke seluruh tubuhnya.
  4. Yakinlah bahwa kesembuhan datang dari Allah melalui wasilah nama-nama-Nya yang agung dalam dzikir tersebut.

Ini adalah metode ruqyah penyembuh orang sakit yang sederhana namun bersumber dari praktik generasi salaf.

3. Bekal Doa untuk Keluarga yang Merantau

Seseorang sedang berdoa di bandara atau stasiun sebelum melakukan perjalanan jauh (merantau).
Bekali mereka yang akan merantau bukan hanya dengan materi, tapi juga dengan dzikir tauhid agar Allah senantiasa menjaga mereka di negeri orang. @by Gemini

Melepas anak perempuan atau keluarga untuk pindah ke tempat jauh (mughtaribah) seringkali menimbulkan kekhawatiran. Apakah mereka aman di sana? Bagaimana jika mereka menghadapi masalah sendirian?

Menariknya, dzikir yang sama (pada poin ke-2 di atas) juga digunakan oleh Abdullah bin Ja’far sebagai bekal spiritual bagi putri-putrinya yang akan menikah dan pindah jauh dari keluarga.

Beliau mengajarkan kalimat-kalimat tauhid yang agung ini agar putrinya memiliki pegangan saat menghadapi kesulitan di negeri orang. Dengan rutin membaca dzikir ini:

  • Laa ilaaha illallaahul kariimul ‘adhiim (Mengakui keagungan Allah).
  • Robbul ‘arsyil ‘azhim (Tuhan pemilik Arsy yang agung).

Hati orang yang merantau akan tenang karena sadar bahwa di manapun mereka berada, mereka di bawah pengawasan Tuhan yang Maha Besar, yang kekuasaan-Nya jauh lebih besar dari masalah apapun yang mereka hadapi di perantauan.

Selain dzikir perlindungan ini, bekali juga anak yang merantau dengan Doa Sapu Jagat agar mereka selalu memohon kebaikan dunia dan akhirat di manapun berada.

Kecemasan saat keluarga sakit atau merantau adalah salah satu bentuk karb (kesulitan). Islam memiliki banyak solusi untuk berbagai jenis kesulitan hidup. Untuk melihat panduan doa-doa lainnya secara lengkap, silakan baca artikel induk kami: Kumpulan Doa Penghilang Kesedihan dan Kesulitan Hidup.

Tabel Ringkasan Amalan Pelindung Keluarga

Berikut adalah ringkasan kapan dan bagaimana menggunakan amalan-amalan di atas berdasarkan referensi kitab Al-Adhkar:

Amalan / BacaanWaktu / Kondisi PenggunaanCara MengamalkanReferensi
Ayat Kursi + Akhir Al-BaqarahSaat menghadapi kesulitan besar atau krisis keluarga.Dibaca sebagai wirid harian atau saat kondisi mendesak.Hadis Qatadah (No. 351)
Dzikir Laa ilaaha illallaahul kariimul ‘adhiim…1. Untuk meruqyah keluarga yang sakit (terutama demam).
2. Sebagai bekal untuk anak/keluarga yang akan merantau jauh.
1. Dibaca lalu ditiupkan ke orang sakit.
2. Diajarkan untuk dibaca rutin oleh yang merantau.
Hadis Abdullah bin Ja’far (No. 348)

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah ayat kursi bahasa indonesia saja cukup dibaca?

Membaca terjemahan baik untuk memahami maknanya. Namun, untuk tujuan ibadah dan ruqyah, dianjurkan membaca ayat kursi arab aslinya karena itu adalah kalamullah (perkataan Allah) yang memiliki kekuatan ruhiyah tersendiri. Jika belum lancar, boleh menggunakan bantuan teks latin sambil terus belajar.

Bolehkah melakukan ruqyah mandiri jika sakitnya parah?

Ruqyah orang sakit parah tetap dianjurkan sebagai pendamping pengobatan medis. Nabi ﷺ dan para sahabat juga menggabungkan ikhtiar medis (berobat) dan ikhtiar langit (doa/ruqyah). Bacakan dzikir dan Ayat Kursi di dekatnya dengan penuh keyakinan. Untuk memahami lebih dalam bagaimana yang seharusnya dilakukan orang sakit parah, baca artikel kami: Anjuran dan adab orang sakit.

Di mana posisi Ayat Kursi dalam Al-Quran?

Banyak yang bertanya ayat kursi al baqarah ayat berapa atau ayat kursi juz berapa. Jawabannya adalah Surat Al-Baqarah ayat 255, yang berada di awal Juz 3.

Apakah boleh baca Ayat Kursi sambil tiduran?

Boleh, bahkan ada anjuran untuk selalu berdzikir baik ketika berdiri, duduk maupun berbaring. Namun jika Anda mengalami hadats besar jangan membaca Ayat Kursi atau ayat-ayat Alquran yang lain.

Ayat Kursi terdapat dalam surat apa dan ayat berapa?

Ayat Kursi terletak dalam Surat Al-Baqarah ayat 255 dan termasuk dalam juz 3 Al-Qur’an.

Penutup

Keluarga adalah harta paling berharga. Saat upaya manusia terasa terbatas dalam menjaga mereka, di situlah peran iman mengambil alih. Manfaat membaca ayat kursi dan dzikir-dzikir khusus yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan para sahabat adalah bentuk kasih sayang Allah agar kita tidak putus asa.

Amalkanlah bacaan-bacaan ini dengan niat yang tulus. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan bagi keluarga kita yang sakit dan memberikan perlindungan bagi mereka yang sedang jauh di rantau. Aamiin.

Al-Nawawī, Yaḥyā ibn Sharaf. Al-Adhkār. Edited by ʿAbd al-Qādir al-Arnaʾūṭ. New revised edition. Beirut: Dār al-Fikr, 1994.

Ruang Muzakarah (Diskusi)

Silakan bertanya atau berbagi ilmu dengan adab yang baik. Email Anda aman dan tidak akan dipublikasikan.