Keutamaan Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum dan Rahasia Kalimat Tauhid saat Bencana

Saat masalah hidup datang bertubi-tubi—entah itu himpitan ekonomi, sakit yang tak kunjung sembuh, atau kecemasan yang mendadak muncul—kita sering merasa sendirian. Rasanya bumi ini sempit sekali. Padahal, Islam mengajarkan bahwa kita punya Tuhan Yang Maha Hidup dan Maha Mengurus hamba-Nya.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah mewariskan “kunci inggris” untuk segala masalah pelik. Kunci itu adalah memanggil nama Allah yang paling agung: Ya Hayyu Ya Qayyum. Dzikir ini hanyalah salah satu dari sekian banyak ‘senjata’ spiritual yang diajarkan Nabi. Untuk melihat panduan lengkap doa-doa solusi masalah hidup lainnya, silakan baca artikel induk kami: Kumpulan doa agar diberi kemudahan.

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, khususnya pada bab doa ketika mengalami kesulitan (Karb), dzikir ini menempati posisi istimewa. Mari kita bedah tuntas apa saja manfaat dzikir ya hayyu ya qayyum, bagaimana cara mengamalkannya sesuai sunnah, dan meluruskan pemahaman kita tentang khasiatnya.

Mengapa Harus “Ya Hayyu Ya Qayyum”?

Ilustrasi adab berdoa Nabi mengangkat kepala ke langit saat menyebut Ya Hayyu Ya Qayyum.
Salah satu kebiasaan unik Nabi saat masalah memuncak adalah menengadahkan pandangan ke langit, memanggil Penguasa Langit dan Bumi.

Sebagian dari kita mungkin bertanya, kenapa Nabi SAW memilih dua nama ini saat sedang genting?

Secara bahasa, ya hayyu ya qayyum artinya adalah “Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri (dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya)”.

  1. Al-Hayyu (Maha Hidup): Mengingatkan kita bahwa sandaran kita adalah Dzat yang tidak akan pernah mati. Manusia bisa mati, harta bisa habis, jabatan bisa hilang, tapi Allah kekal.
  2. Al-Qayyum (Maha Berdiri Sendiri): Allah mengurus segalanya tanpa lelah. Saat kita menyeru Al-Qayyum, kita mengakui bahwa kita tidak sanggup mengurus hidup sendiri dan butuh campur tangan-Nya.

Dalam riwayat At-Tirmidzi (dikutip dalam Al-Adhkar no. 346), Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan kebiasaan Nabi:

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika disusahkan oleh suatu perkara, beliau mengangkat kepalanya ke langit… Dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau mengucapkan: Ya Hayyu Ya Qayyum.”

Ini menunjukkan keutamaan dzikir ya hayyu ya qayyum sebagai “alarm darurat” seorang hamba kepada Tuhannya.

Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghitsu

Tulisan arab Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghitsu yang benar dan artinya.
Hafalkan lafaz istighatsah ini. Ucapkan dengan hati yang “pecah” dan penuh harap akan rahmat-Nya.

Salah satu redaksi doa yang paling masyhur dan shahih saat menghadapi kesulitan adalah Istighatsah (memohon pertolongan) dengan rahmat Allah.

Berdasarkan hadis riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu (no. 345 dalam Al-Adhkar), Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam jika ditimpa kesulitan yang sangat (karb), beliau berdoa:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Latin: Yaa Hayyu Yaa Qayyum, bi rahmatika astaghiits.

Artinya: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”

Al-Hakim menilai hadis ini shahih sanadnya. Kalimat ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghitsu mengajarkan kita untuk tidak mengandalkan amal saleh kita yang sedikit, melainkan mengandalkan rahmat (kasih sayang) Allah. Karena hanya dengan rahmat-Nya lah masalah kita bisa selesai.

Variasi dengan Tambahan Tauhid

Seringkali kita mendengar bacaan yang lebih panjang seperti ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghitsu la ilaha illa anta. Tambahan “La ilaha illa anta” (Tiada Tuhan selain Engkau) adalah bentuk penguatan tauhid, mirip dengan doa Nabi Yunus. Menggabungkan pengakuan keesaan Allah dengan permohonan pertolongan adalah adab yang sangat tinggi dalam berdoa.

Kalimat Tauhid: Benteng Saat Bencana

Selain lafaz Ya Hayyu Ya Qayyum, Imam An-Nawawi juga mencantumkan “Doa Al-Karb” yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma (no. 344). Uniknya, doa ini isinya bukan permintaan, tapi pujian dan pengagungan (Tauhid).

Berikut redaksi aslinya:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

Latin: Lā ilāha illallāhul-‘adhīmul-ḥalīm, lā ilāha illallāhu rabbul-‘arsyil-‘adhīm, lā ilāha illallāhu rabbus-samāwāti wa rabbul-arḍi wa rabbul-‘arsyil-karīm.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Pemilik Arsy yang Agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan pencipta langit dan bumi, serta Tuhan Pemilik Arsy yang Mulia.”

Rahasia dari dzikir ini sederhana: Saat kita sibuk memuji kebesaran Allah, masalah kita otomatis terlihat kecil. Hati yang tadinya sempit karena takut, menjadi lapang karena ingat bahwa Tuhannya Maha Agung (Al-Azhim).

Mitos dan Fakta: Dzikir untuk Kekayaan?

Suasana dzikir pagi dengan tasbih dan Al-Quran, amalan pembuka pintu rezeki yang berkah.
Rutinkan membaca dzikir ini di waktu pagi. Bukan sekadar mengejar kekayaan materi, tapi mengejar keberkahan yang membuat hidup terasa cukup. @Foto by Gemini

Banyak pencarian di internet tentang apakah dzikir ya hayyu ya qayyum bisa menjadi kaya? Mari kita luruskan niatnya.

Tujuan utama dzikir adalah mengingat Allah. Namun, salah satu buah dari mengingat Allah adalah terbukanya pintu rezeki. Saat kita rutin membaca dzikir pagi ya hayyu ya qayyum, kita memulai hari dengan menyerahkan urusan rezeki kepada Yang Maha Mengurus (Al-Qayyum).

Kekayaan yang didapat dari dzikir ini adalah:

  1. Kaya Hati (Qana’ah): Merasa cukup dan tenang, tidak serakah.
  2. Keberkahan Rezeki: Uang yang didapat awet dan membawa kebaikan.
  3. Kemudahan Urusan: Jika Allah sudah turun tangan mengurus bisnis atau pekerjaan kita, hasil finansial akan mengikuti.

Jadi, jangan jadikan dzikir ini sebagai “mantra pesugihan”, tapi jadikan sebagai sarana mendekat kepada Sang Pemberi Rezeki.

Cara Mengamalkan dalam Keseharian

Ada banyak cara untuk menjadikan dzikir ini bagian dari hidup kita.

1. Dzikir Pagi dan Petang

Anda bisa memasukkan ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghitsu ke dalam rangkaian dzikir pagi petang. Ini adalah waktu perlindungan terbaik.

2. Saat Sujud Terakhir

Rasulullah bersabda bahwa posisi terdekat hamba dengan Tuhannya adalah saat sujud. Perbanyaklah doa ini saat sujud, terutama ketika sedang merasa buntu.

3. Apakah Harus 1000 Kali?

Banyak orang bertanya tentang khasiat dzikir ya hayyu ya qayyum 1000 kali. Dalam kitab Al-Adzkar yang kita bahas, Imam An-Nawawi tidak membatasi jumlah bilangan tertentu.

Prinsipnya, semakin banyak semakin bagus ( Ilhah atau terus-menerus). Namun, membaca 100 kali dengan hati yang sadar dan menangis, jauh lebih baik daripada membaca 1000 kali tapi hati lalai dan ingin cepat selesai. Kualitas kehadiran hati (hudhurul qalb) adalah kunci.

Tabel Perbandingan Doa Kesulitan

Agar lebih mudah memahami perbedaan riwayat yang disebutkan Imam An-Nawawi, simak tabel berikut:

RiwayatLafaz UtamaFokus MaknaKondisi Penggunaan
Ibnu Abbas (No. 344)Laa ilaaha illallaahul ‘Adhiimul HaliimTauhid & PengagunganSaat terjadi bencana besar atau situasi genting.
Anas bin Malik (No. 345)Yaa Hayyu Yaa Qayyum bi rahmatika astaghiitsMemohon Pertolongan (Istighatsah)Saat hati sedih atau butuh solusi cepat.
Abu Hurairah (No. 346)Subhanallahil ‘Adhim & Ya Hayyu Ya QayyumTasbih & Menyebut Asma AllahSaat perkara menjadi rumit/sulit.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apakah boleh membaca ya hayyu ya qayyum ya malikul haqqul mubin?

Boleh saja. Al-Malikul Haqqul Mubin adalah nama-nama Allah yang baik (Asmaul Husna). Menggabungkannya dengan Ya Hayyu Ya Qayyum adalah bentuk tawassul dengan nama-nama Allah yang indah. Namun, jika ingin mengikuti sunnah yang spesifik untuk menghilangkan kesedihan, riwayat birahmatika astaghitsu adalah yang paling tepat sasaran (ma’tsur).

Mana tulisan ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghitsu arab yang benar?

Tulisannya adalah: يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ. Pastikan membacanya dengan tajwid yang benar, terutama pada huruf Ha ( ح ) di kata Hayyu dan Tsa ( ث ) di kata Astaghitsu.

Apakah doa ini bisa untuk melunasi hutang?

Sangat bisa. Hutang adalah salah satu bentuk Karb (kesulitan). Dengan memanggil Al-Qayyum, Anda meminta Allah untuk mengurus penyelesaian hutang tersebut dengan cara-cara yang tidak Anda duga.

Kesimpulan

Bencana dan kesulitan hidup adalah cara Allah memanggil kita kembali. Jangan andalkan logika kita yang terbatas. Mulai hari ini, basahi lisan dengan ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghitsu.

Ini bukan sekadar kata-kata, tapi sebuah proklamasi bahwa kita lemah dan Allah-lah satu-satunya yang Maha Hidup dan Maha Kuasa. Semoga Allah mengangkat segala kesedihan dan menggantinya dengan kebahagiaan.

Selain memanggil nama Al-Hayyu, Rasulullah juga mengajarkan doa kepasrahan total agar kita tidak mengandalkan diri sendiri walau sekejap mata. Pelajari bacaan indahnya di artikel: Doa pasrah total untuk mendapatkan rahmat Allah.

Wallahu a’lam bish-shawabi.

Al-Nawawī, Yaḥyā ibn Sharaf. Al-Adhkār. Edited by ʿAbd al-Qādir al-Arnaʾūṭ. New revised edition. Beirut: Dār al-Fikr, 1994.

Ruang Muzakarah (Diskusi)

Silakan bertanya atau berbagi ilmu dengan adab yang baik. Email Anda aman dan tidak akan dipublikasikan.