Doa Sholat Istikharah dan Tata Caranya Lengkap Menurut Imam Nawawi (Kitab Al-Adzkar)

Setiap orang pasti pernah berada di persimpangan jalan. Entah itu urusan memilih pekerjaan, menentukan pasangan hidup (jodoh), atau sekadar mengambil keputusan bisnis yang besar. Rasa ragu sering kali menghantui: “Apakah ini pilihan terbaik buat saya?”

Dalam Islam, kita tidak dibiarkan berjalan sendirian dalam kegelapan. Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah solusi indah bernama Sholat Istikharah. Bukan sekadar ritual, ini adalah cara kita “mengobrol” dengan Allah, meminta dipilihkan yang terbaik.

Kali ini, kita akan membedah tuntas bab Istikharah langsung dari sumber utamanya, yaitu kitab legendaris Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi (halaman 119-120). Mari kita pelajari bagaimana sebenarnya tata cara sholat istikharah yang diajarkan Nabi.

Apa Itu Istikharah?

Secara etimologi atau kebahasaan, kamus Al-Ma’ani menjelaskan bahwa Istikharah (اِستخارة) adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja istakhara (اِستَخارَ). Makna dasarnya adalah thalabul khair fi asy-syai’, yang berarti “meminta atau menuntut kebaikan pada sesuatu.” Jadi, orang yang beristikharah (mustakhir) adalah orang yang sedang berupaya mencari sisi terbaik dari sebuah urusan yang sedang dihadapinya.

Dalam perspektif fikih, Al-Ma’ani mendefinisikan Sholat Istikharah sebagai ibadah berupa dua rakaat yang dikerjakan oleh seorang Muslim ketika ia dihadapkan pada pilihan di antara dua perkara. Esensi dari sholat ini adalah berdoa kepada Allah Azza wa Jalla dengan doa yang khusus (du’a makhshush) untuk memohon taufik agar dibimbing menuju pilihan yang mengandung kebaikan.

Lebih lanjut dalam definisi terminologi (musthalahat), istikharah digambarkan sebagai sebuah permintaan kepada Allah agar Dia yang memilihkan bagi hamba-Nya mana yang terbaik. Proses ini dilakukan melalui satu paket ibadah yang utuh, yaitu sholat sunnah dua rakaat yang kemudian ditutup dengan melafalkan doa khusus istikharah1.

Terkait Sholat Istikharah, Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan sebuah hadits sahih yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a. Menariknya, Jabir berkata bahwa Nabi mengajarkan istikharah ini “seperti beliau mengajarkan surat dari Al-Qur’an.” Ini menunjukkan betapa pentingnya doa ini dalam segala urusan (fi al-umuri kulliha), bukan hanya saat kepepet atau bingung masalah jodoh saja.

Terjemahan Hadits dan Teks Asli dari Al-Adzkar

Untuk menjaga keaslian ilmu, berikut adalah kutipan langsung teks hadits nomor 341 dari kitab Al-Adzkar beserta terjemahannya:

Teks Arab (Hadits No. 341)

٣٤١ – روينا في ” صحيح البخاري ” عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: ” كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعلمنا الاستخارة في الأمور كلها، كالسورة من القرآن، يقول: ” إذا هم أحدكم بالأمر فليركع ركعتين من غير الفريضة، ثم ليقل: اللهم إني أستخيرك بعلمك، وأستقدرك بقدرتك…

(Lanjutan teks doa lengkap ada di bagian Bacaan Doa di bawah)

Terjemahan dan Penjelasan

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian berniat melakukan suatu urusan, maka rukuklah (shalatlah) dua rakaat selain shalat fardhu…”

Poin penting dari penjelasan Imam Nawawi mengenai hadits ini adalah:

  1. Fleksibilitas Niat: Sholat dua rakaat ini tidak harus sholat khusus dengan niat “Sholat Istikharah” saja. Menurut para ulama yang dikutip Imam Nawawi, niat istikharah bisa digabung dengan sholat sunnah rawatib, tahiyatul masjid, atau shalat sunnah lainnya.
  2. Bacaan Surat: Disarankan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah.
  3. Waktu Doa: Doa dibaca setelah selesai shalat.

Bacaan Doa Istikharah Lengkap (Arab, Latin, dan Artinya)

Ini adalah bagian paling inti. Banyak orang mencari bacaan doa istikharah dan artinya. Berikut adalah redaksi doa yang diajarkan Rasulullah sesuai riwayat Bukhari yang tertulis dalam kitab tersebut:

Teks Arab:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ , وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ , وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ , فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلا أَقْدِرُ , وَتَعْلَمُ وَلا أَعْلَمُ , وَأَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ , اللَّهُمَّ إنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ (.. تذكر حاجتك…) خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ , وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاَصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِي بِهِ

Tulisan Latin: Allaahumma inni astakhiiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal adzhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub.

Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amra (sebutkan hajatnya di sini) khairun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiih.

Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amra (sebutkan hajatnya di sini) syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma radhdhinii bih.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang Agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini [sebutkan urusan] baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya.

Namun, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun adanya, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.”

Tata Cara Sholat Istikharah: Langkah demi Langkah

Infografis 7 langkah tata cara sholat istikharah mulai dari niat, bacaan surat, hingga doa penutup.
Simpan panduan ringkas ini di ponsel Anda agar memudahkan saat hendak mempraktikkan sholat istikharah sewaktu-waktu.

Agar lebih mudah dipraktikkan, berikut urutannya:

  1. Wudhu dengan sempurna.
  2. Niat Sholat Sunnah (bisa niat sholat istikharah khusus atau digabung dengan sholat sunnah lain).
  3. Takbiratul Ihram dan membaca Al-Fatihah.
  4. Rakaat Pertama: Membaca surat Al-Kafirun.
  5. Rakaat Kedua: Membaca surat Al-Ikhlas.
  6. Salam.
  7. Membaca Doa: Awali dengan Hamdalah dan Shalawat Nabi, lalu baca doa istikharah di atas, dan tutup kembali dengan Shalawat.

Bolehkah Istikharah Tanpa Sholat?

Imam An-Nawawi memberikan catatan penting bagi mereka yang tidak bisa sholat (misalnya wanita yang sedang haid atau nifas). Beliau berkata: “Jika seseorang berhalangan untuk shalat, ia boleh beristikharah hanya dengan doa saja.”

Jadi, halangan fisik bukan alasan untuk tidak meminta petunjuk Allah. Cukup baca doanya dengan khusyuk.

Menjawab Mitos: Apakah Jawaban Istikharah Harus Mimpi?

Seseorang berdiri menatap matahari terbit memegang tasbih, simbolisasi mencari jawaban sholat istikharah dan ketenangan hati.
Jawaban istikharah tidak selalu datang lewat mimpi. Perhatikan ke mana hati Anda condong dan merasa lapang (Insyirah as-Sadr), itulah tanda petunjuk-Nya. @Foto by Gemini

Banyak yang salah paham bahwa setelah istikharah, kita akan langsung bermimpi melihat warna tertentu atau kejadian masa depan. Padahal, Imam An-Nawawi menjelaskan konsep yang berbeda.

Dalam penjelasannya, beliau menulis: “Setelah beristikharah, seseorang hendaknya melanjutkan apa yang hatinya merasa lapang (tenang/condong) kepadanya.”

Jadi, jawaban sholat istikharah itu bentuknya adalah kemantapan hati (insyirah as-sadr) dan kemudahan proses. Jika urusan itu baik, hati akan tenang dan jalan dimudahkan. Jika buruk, hati akan gelisah atau banyak rintangan yang memalingkan kita dari urusan tersebut.

Hadits Lain Tentang Istikharah (Untuk Wawasan Tambahan)

Selain hadits utama di atas, Imam Nawawi juga mencantumkan dua riwayat lain dalam bab ini, namun dengan catatan khusus mengenai statusnya:

No HaditsIsi SingkatStatus (Menurut Nawawi)
342Doa pendek: “Allahumma khir lii wakhtar lii” (Pilihkanlah yang baik untukku).Dhaif (Lemah)
343Anjuran istikharah diulang 7 kali.Sanad diperbincangkan (cenderung lemah)

Meskipun hadits tentang mengulang 7 kali itu lemah secara sanad, namun pesannya bagus: kita butuh kesungguhan. Jangan hanya berdoa sekali lalu putus asa. Teruslah meminta sampai hati benar-benar mantap.

FAQ Seputar Sholat Istikharah

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait topik ini:

Kapan waktu terbaik sholat istikharah?

Waktu terbaik adalah di sepertiga malam terakhir saat suasana hening. Namun, sholat ini sah dilakukan kapan saja (pagi, siang, sore) selama bukan di waktu terlarang untuk sholat.

Apakah harus tidur dulu sebelum sholat istikharah?

Tidak ada syarat harus tidur dulu. Ini berbeda dengan sholat Tahajud. Anda bisa melakukannya setelah sholat Isya atau kapan pun Anda memiliki waktu luang.

Bagaimana jika setelah sholat hati masih ragu?

Ulangi lagi. Sesuai anjuran (meski haditsnya lemah, tapi secara makna baik), mengulang doa akan menambah kedekatan dan kejelasan hati. Lakukan sampai Anda merasa ada kecenderungan kuat ke salah satu pilihan.

Semoga penjelasan dari Kitab Al-Adzkar ini membantu Anda yang sedang bingung. Ingatlah, ketika kita menyerahkan urusan kepada Dzat yang Maha Mengetahui, kita tidak akan pernah kecewa. Selamat mempraktikkan doa istikharah dan semoga Allah memberikan pilihan terbaik!

Referensi

Al-Nawawī, Yaḥyā ibn Sharaf. Al-Adhkār. Edited by ʿAbd al-Qādir al-Arnaʾūṭ. New revised edition. Beirut: Dār al-Fikr, 1994.

  1. Al-Maany Dictionary, entri “استشارة”, Almaany.com, diakses 24 Januari 2026, https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/استشارة/. ↩︎

Ruang Muzakarah (Diskusi)

Silakan bertanya atau berbagi ilmu dengan adab yang baik. Email Anda aman dan tidak akan dipublikasikan.