Menguak Rahasia Basmalah: Dari Definisi Bahasa hingga Fadhilah dalam Kitab I’anah at-Talibin

Kita sering mendengar seruan, “Jangan lupa baca Basmalah!” setiap kali hendak memulai sesuatu. Istilah ini begitu akrab, diucapkan puluhan kali dalam sehari sebagai rutinitas pembuka aktivitas. Namun, pernahkah Anda berhenti sejenak dan bertanya: kekuatan apa yang sebenarnya tersembunyi di balik satu kata “Basmalah” ini?

Dalam khazanah kitab kuning, khususnya kitab I’anah at-Talibin karya Syekh Abu Bakar Syatha, terungkap bahwa istilah sederhana ini ternyata menyimpan energi kosmik yang luar biasa—kunci pembuka pintu langit dan bumi yang pernah membuat alam semesta bergetar saat pertama kali diturunkan.

Sebelum kita menyelami rahasia spiritualnya yang lebih dalam, mari kita tuntaskan dulu rasa penasaran yang paling mendasar: Apa sebenarnya definisi dan asal-usul kata “Basmalah” itu sendiri?

Apa Itu Basmalah? Bedah Definisi dan Asal Kata

Seringkali kita mendengar istilah “baca basmalah”, tapi tahukah Anda dari mana kata ini berasal? Merujuk pada kamus bahasa Arab (Al-Maany), kita bisa menemukan definisi yang menarik tentang istilah ini.

Secara bahasa, Basmalah (بَسْمَلَة) adalah bentuk kata benda (isim) yang berfungsi sebagai sumber (masdar) dari kata kerja basmala (بَسمَلَ).

قَرَأَ الْبَسْمَلَةَ : أَيْ قَرَأَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ وَالْكَلِمَةُ اخْتِزَالٌ وَنَحْتٌ لِمُجْمَلِ الْجُمْلَةِ

“Membaca Basmalah: artinya dia membaca Bismillahirrahmanirrahim. Kata ini adalah ringkasan (ikhtizal) dan pahatan (naht) dari keseluruhan kalimat tersebut.”

Dalam ilmu bahasa Arab, fenomena ini disebut Naht (نحت). Ini mirip dengan akronim, yaitu cara menyingkat sebuah kalimat panjang menjadi satu kata kerja atau kata benda baru agar lebih praktis.

Secara istilah fikih (fiqhiyah), Basmalah didefinisikan sebagai:

حكاية قول ((بسم الله الرحمن الرحيم)) ( على سبيل النحت )1

“Menyebutkan ucapan ‘Bismillahirrahmanirrahim’ (dengan cara penyingkatan/naht).”

Jadi, ketika para ulama atau guru kita menyuruh “ucapkan basmalah”, itu adalah kode singkat untuk merapal kalimat suci yang lengkap: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Setelah paham definisinya, mari kita masuk ke rahasia besar yang tersimpan di balik kalimat ini menurut I’anah at-Talibin.

Sejarah Langit: Kalimat Pertama yang Ditulis Takdir

Ilustrasi fantastis sebuah pena bulu raksasa dari cahaya (Qalam) sedang menuliskan kaligrafi Arab Basmalah yang bersinar di tengah pemandangan ruang angkasa, galaksi, dan nebula yang gelap.
Gambaran epik tentang riwayat bahwa “Bismillahirrahmanirrahim” adalah kalimat pertama yang digoreskan oleh Qalam (Pena Takdir) sebelum penciptaan alam semesta dimulai.

Pernahkah Anda bertanya, apa tulisan pertama yang ada di alam semesta ini? Berdasarkan riwayat yang dicantumkan dalam I’anah at-Talibin, Basmalah adalah kalimat paling awal yang digoreskan oleh Qalam (Pena Takdir).

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

أول ما كتب القلم بسم الله الرحمن الرحيم، فإذا كتبتم كتابا فاكتبوها أوله، وهي مفتاح كل كتاب أنزل

“Hal pertama yang ditulis oleh Qalam adalah Bismillahirrahmanirrahim. Maka apabila kalian menulis sebuah tulisan, tulislah Basmalah di awalnya, karena ia adalah kunci setiap kitab yang diturunkan.”

Kedahsyatan kalimat ini juga terlihat dari reaksi alam semesta saat pertama kali ia turun ke bumi. Syekh Abu Bakar Syatha menggambarkan suasana yang begitu epik: awan-awan bergeser ke timur, angin berhenti berhembus hingga suasana menjadi hening, lautan bergelora, dan binatang-binatang memasang telinga mereka dengan seksama.

Bahkan, Allah bersumpah dengan keagungan-Nya bahwa siapa pun yang menyebut nama-Nya (melalui Basmalah) pada orang sakit, Dia akan memberikan kesembuhan. Dan tidaklah nama-Nya disebut pada sesuatu, melainkan keberkahan akan turun padanya.

Rahasia Angka 19 dan Tameng Neraka

Salah satu fakta unik yang sering dibahas oleh para ulama adalah jumlah huruf dalam tulisan Bismillahirrahmanirrahim. Jika Anda menghitungnya secara teliti sesuai kaidah penulisan Arab (rasm), jumlahnya ada 19 huruf.

Ternyata, jumlah ini bukan kebetulan. Ini berkaitan erat dengan malaikat penjaga neraka yang juga berjumlah 19, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Muddatstsir: “Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).”

Dalam kitab tersebut dijelaskan:

عدد حروف البسملة الرسمية تسعة عشر حرفا، وعدد خزنة النار تسعة عشر خازنا

“Jumlah huruf Basmalah dalam penulisannya ada sembilan belas huruf, dan jumlah penjaga neraka ada sembilan belas penjaga.”

Perlindungan dari Malaikat Zabaniyah

Ibnu Mas’ud memberikan tips spiritual yang luar biasa bagi siapa saja yang ingin selamat dari ketegasan Malaikat Zabaniyah. Beliau menyarankan kita untuk merutinkan membaca Basmalah. Allah menjadikan setiap satu huruf dari Basmalah sebagai perisai untuk menghadapi satu malaikat penjaga neraka tersebut.

Ini adalah bentuk matematika spiritual yang indah: 19 huruf untuk menghadapi 19 penjaga. Kekuatan para malaikat itu pun, menurut riwayat, bersumber dari kalimat ini. Jadi, menjadikan Basmalah sebagai wirid harian adalah langkah cerdas untuk keselamatan akhirat.

Jangan Memaki Setan, Tapi Bacalah Basmalah

Kita sering mendengar orang mengumpat saat terpeleset atau mengalami nasib sial dengan menyalahkan setan. “Dasar setan!” atau sumpah serapah lainnya. Ternyata, Nabi ﷺ melarang hal ini.

Dalam I’anah at-Talibin disebutkan sebuah riwayat ketika seorang laki-laki berkata “Celakalah setan” di hadapan Nabi.

لا تقل ذلك فإنه يتعاظم عنده… ولكن قل بسم الله الرحمن الرحيم، فإنه يصغر حتى يصير أقل من ذبابة

“Jangan katakan itu, karena ia (setan) akan membesar (merasa hebat)… Tetapi katakanlah ‘Bismillahirrahmanirrahim’, karena sesungguhnya ia akan mengecil hingga menjadi lebih kecil dari lalat.”

Mengumpat justru memberi panggung bagi setan. Ia merasa dianggap penting dan besar. Sebaliknya, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kita menempatkan setan pada posisi aslinya: makhluk kecil yang tidak berdaya di hadapan kuasa Tuhan. Ini adalah cara mengusir gangguan setan yang paling ampuh dan elegan.

Puncak Segala Makna Ada di Titik Ba’

Fotografi makro close-up pada huruf Arab Ba' (ب) di atas kertas tua bertekstur. Titik di bawah huruf tersebut bersinar sangat terang seperti bintang kecil, menjadi fokus utama gambar.
Visualisasi konsep sufistik yang mendalam bahwa seluruh rahasia Basmalah terpahat dalam satu titik kecil di bawah huruf Ba’, menyimbolkan koneksi hamba dengan Sang Pencipta. @Image by Gemini

Bagian ini mungkin terdengar sedikit berat, tapi inilah inti dari kebijaksanaan sufistik dalam memahami makna Bismillah. Para ulama menjelaskan konsep “pemadatan makna” yang luar biasa.

Diriwayatkan bahwa Allah menurunkan 104 kitab suci ke bumi (termasuk kepada Nabi Syits, Ibrahim, Musa, dan Isa).

  1. Semua makna dalam 104 kitab itu terhimpun dalam Al-Quran.
  2. Semua makna Al-Quran terhimpun dalam surah Al-Fatihah.
  3. Semua makna Al-Fatihah terhimpun dalam Basmalah.
  4. Dan puncaknya, semua makna Basmalah terhimpun dalam huruf Ba’ (ب).

Lebih spesifik lagi, sebagian ulama berpendapat maknanya ada pada titik di bawah huruf Ba’.

ومعانيها مجموعة في بائها، ومعناها: بي كان ما كان، وبي يكون ما يكون

“Dan maknanya terkumpul dalam huruf Ba’-nya, dan maknanya adalah: Dengan-Ku (Allah) ada apa yang telah ada, dan dengan-Ku akan terjadi apa yang akan terjadi.”

Huruf Ba’ memiliki makna Ilshaq atau menempel/menghubungkan. Ini menyadarkan kita bahwa tujuan segala ilmu dan ibadah adalah “terhubungnya” seorang hamba dengan Tuhannya. Tanpa koneksi ini, segala aktivitas kita menjadi kosong tanpa makna.

Mengapa Huruf Ba’, Bukan Alif?

Ada filosofi menarik mengapa Allah memilih huruf Ba’ sebagai pembuka, bukan Alif. Padahal Alif adalah huruf pertama dalam abjad.

Jawabannya terletak pada “sikap” huruf tersebut. Alif berdiri tegak, menyiratkan kesombongan dan ketinggian. Sedangkan Ba’ bentuknya datar dan memiliki titik di bawah (kasrah/pecah). Ini melambangkan kerendahan hati (tawadhu) dan hati yang pecah karena takut kepada Allah.

أنا عند المنكسرة قلوبهم

“Aku (Allah) berada di sisi orang-orang yang hati mereka hancur/rendah (karena-Ku).”

Untuk sampai kepada Allah, kita tidak bisa datang dengan membusungkan dada seperti Alif. Kita harus datang dengan kerendahan hati seperti Ba’. Inilah pelajaran karakter terbesar dari Basmalah.

Adab Memuliakan Tulisan Bismillah

Selain makna filosofis, kitab ini juga mengajarkan adab terhadap fisik tulisan itu sendiri. Jangan pernah meremehkan sobekan kertas yang bertuliskan nama Allah yang jatuh di tanah.

Sebuah riwayat dari Ali bin Abi Thalib r.a. menyebutkan:

فمن رفع كتابا من الأرض فيه البسملة رفع الله اسمه في أعلى عليين2

“Barangsiapa mengangkat kertas dari tanah yang di dalamnya terdapat Basmalah, Allah akan mengangkat namanya di tempat tertinggi (Illiyyin).”

Tindakan sederhana memungut kertas bertuliskan Bismillahirrahmanirrahim dan menempatkannya di tempat yang layak bisa menjadi sebab diampuninya dosa kita dan kedua orang tua kita. Ini mengajarkan kita untuk peka dan menghormati simbol-simbol agama sekecil apa pun.

Jadikan Basmalah Kunci Hidup Anda

Penjelasan dari I’anah at-Talibin dan definisi bahasa di atas membuka mata kita bahwa Basmalah bukan sekadar istilah atau ritual lisan. Ia adalah Naht (pahatan) dari kalimat agung yang menjadi doa, pelindung, filosofi hidup, dan koneksi langsung hamba dengan Sang Pencipta.

Mulai hari ini, mari kita ubah cara kita mengucapkan Basmalah. Ucapkan dengan kesadaran penuh bahwa kita sedang memegang “kunci” alam semesta, berlindung dari api neraka, dan merendahkan hati di hadapan Yang Maha Kuasa.

Setiap aktivitas yang diawali dengan nama-Nya, insya Allah tidak hanya selesai, tapi juga membawa keberkahan yang berlimpah.

Referensi

  1. Al-Maany Dictionary, entri “بسملة”, Almaany.com, diakses 22 Januari 2026, https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/بسملة/. ↩︎
  2. Abū Bakr (al-Mashhūr bi-al-Bakrī) ʿUthmān ibn Muḥammad Shaṭṭā ad-Dimyāṭī ash-Shāfiʿī, Iʿānat aṭ-Ṭālibīn ʿalā Ḥall Alfāẓ Fatḥ al-Muʿīn (Ḥāshiyah ʿalā Fatḥ al-Muʿīn bi-Sharḥ Qurrat al-ʿAyn bi-Muhimmat ad-Dīn), 1st ed. (Beirut: Dār al-Fikr, 1997), 1:9-11. ↩︎

Ruang Muzakarah (Diskusi)

Silakan bertanya atau berbagi ilmu dengan adab yang baik. Email Anda aman dan tidak akan dipublikasikan.