Hukum Anjing: Najis Mughallazhah dan 7 Basuhan

Tangan menuangkan air ke wadah keramik putih di halaman pesantren, dengan mangkuk tanah bersih sebagai ilustrasi tujuh basuhan najis anjing.

Artikel ini membahas hukum anjing dalam Islam menurut mazhab Syafi’i, khusus pada persoalan kesucian dan kenajisan. Fokusnya ialah status anjing sebagai najis mughallazhah, bagian yang dapat memindahkan najis, dan tata cara menyucikan benda yang terkena. Bahasan ini tidak mengulas seluruh hukum memelihara, berburu dengan, atau memakai anjing untuk penjagaan. Setiap persoalan itu memiliki rincian tersendiri. … Baca Selengkapnya

Najis Mugholadoh Adalah: Pengertian, Contoh, dan Cara Menyucikannya (Lengkap)

Ilustrasi najis mughallazhah dengan kitab fikih, wadah keramik, air, tanah, dan tujuh tetes air sebagai simbol tujuh basuhan.

Catatan mazhab: Artikel ini menjelaskan ketentuan mazhab Syafi’i dengan rujukan utama Asna al-Mathalib, serta penguat dari Fath al-Qarib dan Al-Iqna’. Perbedaan pendapat antarmazhab tidak dibahas di sini. Najis mughallazhah adalah najis yang terkait dengan anjing, babi, dan hewan turunan salah satunya. Dalam mazhab Syafi’i, penyuciannya memiliki ketentuan khusus: tujuh basuhan dengan air suci mensucikan, dan … Baca Selengkapnya

Pengertian Najis Secara Bahasa dan Istilah

Pengertian Najis Secara Bahasa dan Istilah

Sebelum beranjak pada perbedaan hadas dan najis, pengertian najis dan hadas perlu dipahami sebelum seseorang menilai apakah ia cukup berwudhu, perlu mandi wajib, atau harus mencuci pakaian dan tempat salat. Keduanya sama-sama berkaitan dengan thaharah, tetapi hakikat, sebab, tempat, dan cara bersucinya berbeda. Sederhananya, hadas adalah keadaan hukum pada diri seseorang yang menghalangi ibadah tertentu … Baca Selengkapnya