Najis Mutawassithah: Najis Sedang (Ainiyah & Hukmiyah)

Meja kayu di ruang belajar pesantren dengan kitab fikih Arab klasik terbuka, kendi air, tasbih kayu, dan cahaya matahari pagi.

Najis mutawassithah atau yang sering ditulis najis mutawasitah adalah najis sedang. Kedudukannya berada di antara najis ringan (mukhaffafah) dan najis berat (mughallazhah). Pembahasan utamanya bukan sekadar “najis ini sedang”, tetapi juga bentuknya. Najis mutawassithah terbagi menjadi dua: najis ‘ainiyah yang masih memiliki tanda fisik, serta najis hukmiyah yang zatnya sudah tidak tampak tetapi hukum najisnya … Baca Selengkapnya

Najis Mukhaffafah: Cara Mensucikan Air Kencing Bayi Laki-Laki Menurut Kitab Al-Iqna’

A blog featured image illustration showing a hand gently sprinkling water from a small bowl onto a white cloth to purify it. Next to the cloth is a brown book titled 'KITAB AL-IQNA''. The background features a soft-focus image of a sleeping baby boy.

Najis mukhaffafah ialah najis yang cara penyuciannya mendapat keringanan dalam fikih Syafi’i. Contoh yang dibahas secara khusus ialah air kencing bayi laki-laki, tetapi hanya bila seluruh syaratnya terpenuhi. Keringanan ini tidak menjadikan urine bayi suci sebelum dibersihkan. Syariat hanya membedakan cara penyuciannya: cukup dengan percikan air yang menguasai tempat najis, tanpa syarat air mengalir. Untuk … Baca Selengkapnya