Kumpulan Doa Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Berdasarkan Kitab Kanzun Najah was Surur

Benda mati berupa kurma ajwa, segelas air jernih, dan manuskrip Arab terbuka dengan tasbih kayu di atas meja pedesaan saat golden hour matahari terbenam.

Momen berbuka puasa bukan sekadar aktivitas fisik untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Dalam tradisi keilmuan Islam, waktu terbenamnya matahari merupakan maqām (kedudukan) spiritual yang sangat mustajab untuk memanjatkan permohonan kepada Allah ﷻ. Setelah kita membahas besarnya anugerah bagi penyedia hidangan pada tulisan Pahala Memberi Buka Puasa: Pembebasan dari Neraka, kini saatnya kita mengkaji bacaan … Baca Selengkapnya

Hukum Bekam Saat Puasa Menurut Kitab Asna al-Matalib: Kajian Fiqih Syafi’i

Foto flat lay di atas meja kayu yang menampilkan manuskrip Fiqih Arab antik terbuka yang membahas hukum bekam (hijamah) saat berpuasa, di samping gelas bekam plastik modern, pompa sedot manual, dan tasbih kayu.

Bulan Ramadan adalah momen emas bagi seorang mukmin untuk melatih pengendalian diri (al-imsāk) dan meningkatkan kualitas spiritual. Puasa bukan sebatas menahan dahaga dan rasa lapar, melainkan medium pembersihan jiwa. Dalam praktiknya, umat Islam sering kali dihadapkan pada persoalan medis atau terapi fisik di siang hari. Salah satunya adalah terapi bekam (ḥijāmah) dan bedah minor pengeluaran … Baca Selengkapnya

Analisis Fiqih: Kaidah Masuknya Benda (Al-‘Ain) ke Rongga Tubuh Saat Berpuasa

A scholarly flat lay photograph featuring an open classical Arabic Fiqh book relating to fasting rules, alongside modern medical items like eye drops and an inhaler, a glass of water, seeds, and a magnifying glass on a wooden table.

Ibadah puasa (al-ṣawm) merupakan wujud nyata dari al-imsāk, yakni menahan diri secara totalitas dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Tentu saja, ibadah yang mulia ini harus senantiasa diawali dengan niat puasa Ramadhan yang benar dan tulus. Dalam tradisi keilmuan mazhab Syafi’i, pembatal puasa yang paling sering terjadi dan … Baca Selengkapnya

Rukun, Syarat, dan Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Fikih Syafi’i (Kaifiyah al-Ghusl)

Kitab fikih klasik terbuka menampilkan teks Arab tentang kadar air mandi, di samping teko tembaga, siwak, dan botol minyak wangi di atas meja kayu.

Kesucian adalah fondasi asasi dalam penegakan ibadah di dalam syariat Islam. Memahami pengertian thaharah bukan semata rutinitas fisik, melainkan sebuah gerbang teologis bagi seorang hamba untuk bermunajat kepada Sang Khaliq. Ketika seseorang berhadats besar, kewajiban yang mengikatnya adalah menunaikan Ghusl (mandi wajib atau mandi junub). Bagi Anda yang ingin mendalami landasan asasi dari thaharah ini, … Baca Selengkapnya

Rukun Mandi Wajib: 2 Syarat Sah yang Tidak Boleh Ditinggalkan (Fikih Syafi’i)

Kitab fikih klasik terbuka pada bab rukun mandi wajib dengan teks Arab, di samping teko tembaga dan mangkuk berisi air jernih di atas meja kayu.

Dalam ajaran Islam, melepaskan diri dari status hadats besar melalui proses Thaharah (bersuci) adalah sebuah keharusan sebelum seorang hamba menghadap Allah dalam ibadah shalat. Praktik penyucian ini, yang dikenal sebagai Ghusl atau mandi junub, memiliki tatanan fikih yang presisi. Sering kali, umat Islam terjebak dalam perasaan was-was terkait keabsahan mandi mereka karena mencampuradukkan antara perbuatan … Baca Selengkapnya

Kisah Mukmin dan Kafir Memancing Ikan: Memahami Hakikat Ujian Dunia dan Istidraj

Ilustrasi perbandingan nelayan mukmin yang sabar berdoa dengan jala kosong dan nelayan kafir yang mendapat istidraj dengan jala penuh ikan.

Seringkali manusia mengukur kemuliaan seseorang di sisi Allah melalui kelapangan rezeki duniawi. Padahal, tolak ukur kedudukan seorang hamba tidak terletak pada seberapa banyak harta yang ia kumpulkan, melainkan pada maqām (kedudukan spiritual) dan keikhlasannya dalam menerima ketetapan (qada dan qadar) Allah Azza wa Jalla. Pemahaman keliru tentang konsep rezeki sering memicu rasa kecewa, bahkan futur … Baca Selengkapnya

Pahala Memberi Buka Puasa: Pembebasan dari Neraka & Doa Khusus

Sebuah kitab kuning kuno terbuka di samping segelas susu, segelas air, dan tiga butir kurma di atas meja kayu saat senja.

Bulan suci Ramadhan merupakan madrasah rohani yang mendidik setiap Muslim untuk mengasah ketajaman batin dan kepekaan sosial. Salah satu manifestasi dari kepekaan tersebut adalah amalan muwāsāh (empati dan kepedulian) terhadap sesama hamba Allah yang sedang menjalankan ibadah puasa. Di dalam literatur Islam klasik, terkhusus pada kitab Kanzun Najah was Surur karya Syeikh Abdul Hamid Quds, … Baca Selengkapnya

Khutbah Nabi Jelang Ramadhan: Hadits Salman Al-Farisi & Keutamaan Puasa

Kitab kuning kuno terbuka di atas rehal kayu dengan latar belakang jendela masjid berbentuk lengkung yang menampakkan bulan sabit (hilal) di langit senja.

Bulan suci Ramadhan memiliki kedudukan agung dalam syariat Islam. Para ulama salaf menaruh perhatian besar terhadap persiapan batin menyambut bulan ini. Salah satu rujukan utama yang memuat dalil-dalil sahih tentang amaliah bulan puasa adalah kitab Kanzun Najah was Surur. Di dalam lembaran kitab tersebut, terekam sebuah riwayat panjang yang menguraikan keutamaan puasa Ramadhan berdasarkan hadits … Baca Selengkapnya

Panduan Lengkap Keutamaan dan Amaliah Ramadhan Menurut Kitab Kanzun Najah was Surur

Foto still life sebuah kitab kuning kuno terbuka dengan tulisan Arab di atas meja kayu, di samping lentera fanus Ramadhan yang menyala, tasbih, dan kurma. Cahaya keemasan menembus jendela berjeruji di latar belakang.

Bulan suci Ramadhan menempati kedudukan yang sangat istimewa dalam literatur Islam klasik. Sebagai bulan yang dikhususkan oleh Allah SWT untuk pelipatgandaan pahala dan pengampunan, Ramadhan menuntut persiapan spiritual dan amaliah yang terstruktur dari setiap Muslim. Artikel ini merupakan panduan komprehensif mengenai keutamaan, kesunahan, serta amaliah Ramadhan Kanzun Najah was Surur, sebuah karya monumental yang merangkum … Baca Selengkapnya

Beda Mani, Madzi, dan Wadi: Panduan Hukum Bersuci Fikih Syafi’i

Beda mani, madzi dan wadi: Air jernih dituang dari teko tembaga ke dalam baskom marmer putih, dengan handuk bersih, sabun zaitun, dan siwak di atas meja kayu.

Menjaga kesucian jasmani dan rohani dari hadats merupakan fondasi utama bagi setiap Muslim sebelum melaksanakan ibadah. Seringkali umat dilanda kebingungan saat mendapati adanya cairan yang keluar dari kemaluan. Pertanyaan yang lazim muncul adalah: apakah setiap cairan yang keluar mewajibkan mandi? Untuk mengurai problematika ini, kita perlu memiliki landasan pengertian thaharah yang utuh berlandaskan literatur pengertian … Baca Selengkapnya